Guru di Jepara Dituntut Kuasai Kecerdasan Intelektual, Emosional dan Spiritual

Alif Sutarto
Kurnia Setya Putra selaku trainer ESQ (Emotional Spiritual Quotient) memberi training terhadap 50 guru di Jepara.Foto: iNews/ Alip Sutarto

JEPARA, iNewsSragen.id - Perkembangan transformasi digital membawa tantangan baru bagi dunia pendidikan. Ketika teknologi mampu memberikan informasi dan jawaban secara cepat, peran guru justru dituntut semakin kuat dalam membangun karakter, memberikan keteladanan, serta membentuk arah dan makna bagi peserta didik.

Sebagai bekal menciptakan siswa berkarakter, guru dituntut memiliki kecerdasan intelektual, emosional dan semangat spiritual. Hal itu disampaikan Kurnia Setya Putra selaku trainer ESQ (Emotional Spiritual Quotient) di sela-sela training (pelatihan) dengan peserta 50 guru di Jepara.

“Training ini sebagai persembahan dari ISQ untuk memberikan semangat kepada para pendidik dalam mendidik anaknya membangun generasi emas berdasarkan tiga hal yaitu kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual. Harapan training ini menggugah para peserta didik sehingga mereka itu mendapatkan kebahagiaan secara spiritual, emosional dan intelektual dan ketika mereka mendapat itu bisa menularkan kepada anak didiknya,” kata Kurnia Setya Putra, Selasa (22/9/2026).

Perubahan pola hidup generasi digital juga membuat pendekatan pendidikan perlu berkembang. Peserta didik tumbuh dalam lingkungan teknologi digital dengan mudah mengakses beragam informasi melalui media sosial.

Dalam kondisi tersebut, ungkap Putra panggilan akrab Kurnia Setya Putra, guru tidak cukup hanya menguasai materi pelajaran. Guru juga harus mampu memahami karakter dan potensi peserta didik, membangun hubungan yang sehat, serta menjadi figur yang memberikan inspirasi dan keteladanan.

“Karena itu, Training ESQ 165 peduli pendidikan juga mengintegrasikan pendekatan talentDNA, yang membantu insan pendidikan memahami potensi dan karakter individu. Pertanyaannya bukan lagi hanya bagaimana guru mengajar, tetapi bagaimana guru mampu mengenali potensi setiap anak dan membantu mereka menemukan arah hidupnya,” jelas Putra.

Turut sebagai pemateri training, Novriza Ardhana menyampaikan training ISQ kali ini diharapkan menjadi ruang refleksi bagi para pendidik untuk kembali menemukan makna dan energi dalam profesinya. Menurutnya, tantangan pendidikan saat ini bukan hanya membuat peserta didik semakin pintar, tetapi juga bagaimana membentuk generasi yang memiliki karakter, kemampuan mengelola emosi, ketangguhan, kepedulian dan kesadaran spiritual.

“Kita ingin mengkombinasikan antara kemampuan dalam intelektual kemudian juga spiritual dan emosionalnya, sehingga guru dalam mengajar memiliki kompetensi yang bagus untuk terus ditingkatkan tapi bersamaan juga mereka dengan mental yang kuat dalam menghadapi tekanan menghadapi persoalan permasalahan yang selama ini cukup kompleks dan nilai spiritualnya menemukan keberartian kebanggan dan dibalik profesinya yang mereka jalankan selama ini. Dengan seperti itu mereka tidak hanya tentang menstransfer sebeuah pengetahuan tapi juga mereka membangun tentang nilai-nilai etika adab kepada siswa siswinya,” tutur Novriza.

Satu dari peserta training Endri Susanto mengakui, kegiatan training memiliki pengalaman berharga sebagai modal dalam mendidik karakter siswa. “Trainer ISQ sangat luar biasa, itulah kita memiliki keyakinan keimanan kita. Sangat bagus dalam membangun leader ship diri kita dalam memberikan pelajaran kepada anak didik,” ungkap Endri. 

Melalui kegiatan ini, Putra berharap lahir semakin banyak pendidik yang bukan hanya mampu mengajarkan ilmu, tetapi juga mampu menjadi role model, mentor dan inspirator bagi generasi masa depan.

Editor : Joko Piroso

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network