Warga Gesi Sragen Geger, Pria Hilang Ditemukan Meninggal di Belakang Rumah Keponakan

Joko Piroso
Petugas Polsek Gesi bersama Tim Inafis Polres Sragen melakukan penanganan penemuan warga yang dilaporkan hilang di Desa Poleng, Sabtu (26/9/2026) dini hari.Foto: Istimewa

SRAGEN, iNewsSragen.id – Warga Dukuh Singge, Desa Poleng, Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen, dikejutkan dengan penemuan seorang pria yang meninggal dunia pada Sabtu (26/9/2026) pagi.

Korban diketahui bernama Sumadi (43), warga Dukuh Gelangrejo, Desa Katelan, Kecamatan Tangen, Sragen. Sebelumnya, korban dilaporkan hilang sejak Kamis (24/9/2026).

Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari melalui Kapolsek Gesi AKP Agus Warsito membenarkan kejadian tersebut.

Korban ditemukan tergeletak di area belakang rumah salah seorang warga bernama Nor Anas. Nor Anas diketahui masih memiliki hubungan keluarga dengan korban sebagai keponakan.

Menurut keterangan kepolisian, Sumadi meninggalkan rumah pada Kamis sekitar pukul 05.00 WIB. Namun, hingga waktu berikutnya korban tidak kunjung kembali dan tidak diketahui keberadaannya.

Keluarga bersama sejumlah tetangga kemudian melakukan upaya pencarian. Pada Jumat malam, keluarga juga menggelar doa bersama dan Yasinan untuk mendoakan keselamatan korban.

Setelah kegiatan tersebut selesai sekitar pukul 00.10 WIB, seorang saksi bernama Sidik (32) bertemu dengan warga lain di jalan. Mereka kemudian sepakat melanjutkan pencarian di sekitar permukiman.

Sekitar pukul 01.00 WIB, Sidik melihat seseorang tergeletak di belakang rumah Nor Anas. Setelah diperiksa bersama warga, orang tersebut diketahui merupakan Sumadi.

Warga kemudian melaporkan penemuan tersebut kepada Ketua RT setempat, Purwanto (66). Laporan selanjutnya diteruskan ke Polsek Gesi.

Petugas Polsek Gesi bersama Tim Inafis Polres Sragen dan tenaga medis Puskesmas Gesi kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan luar terhadap jenazah.

Dari pemeriksaan awal, polisi menyebut tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, tim Inafis dan dokter Puskesmas Gesi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban," ujar Kapolsek Gesi AKP Agus Warsito, Sabtu (26/9/2026).

Pihak keluarga kemudian menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Keluarga yang diwakili istri korban, Desi Amelia, juga menyatakan menolak dilakukan autopsi.

Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah Sumadi diserahkan kepada pihak keluarga untuk selanjutnya dimakamkan.

Kepolisian memastikan penanganan di lokasi dilakukan sesuai prosedur, sementara keterangan dari keluarga dan saksi menjadi bagian dari proses penanganan peristiwa tersebut.

Editor : Joko Piroso

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network