Siswa SMAN 1 Tangen Temukan Celah Keamanan Website Lapas Sragen, Dapat Apresiasi

Joko Piroso
Kepala Lapas Kelas IIA Sragen Giyono menyerahkan sertifikat apresiasi kepada pelajar SMAN 1 Tangen, Rais Dirja Rahmadi, Selasa (29/9/2026).

SRAGEN, iNewsSragen.id - Siswa SMAN 1 Tangen, Sragen, Rais Dirja Rahmadi, mendapat apresiasi setelah melaporkan celah keamanan pada situs web Lapas Kelas IIA Sragen.

Rais Dirja Rahmadi, siswa kelas XII SMAN 1 Tangen. Atas temuannya, Rais diundang ke Lapas Kelas IIA Sragen, Selasa (29/9/2026), didampingi dua gurunya.

Dalam kesempatan tersebut, Rais menerima sertifikat apresiasi dari Kepala Lapas Kelas IIA Sragen, Giyono.

Rais mengatakan, temuan tersebut bermula ketika dirinya melakukan penelusuran terhadap sejumlah situs berdomain .id menggunakan teknik pencarian yang dikenal sebagai Google Dorking.

Saat melakukan pencarian dengan kata kunci berkaitan dengan Sragen, ia menemukan sebuah situs dengan subdomain yang berkaitan dengan Lapas Sragen.

Setelah melakukan analisis, Rais mengaku menemukan sejumlah indikasi kerentanan keamanan pada situs tersebut.

"Setelah saya analisis, saya menemukan celah kelemahan keamanan broken link hijacking, credential exposure hingga cross-site scripting (XSS)," ujar Rais saat ditemui wartawan di Lapas Sragen, Selasa siang.

Rais kemudian melaporkan temuannya kepada pihak Lapas. Laporan tersebut mendapat respons dan ditindaklanjuti hingga dirinya kemudian diundang untuk menerima apresiasi.

Rais mengaku mulai mempelajari keamanan siber dan pemrograman secara otodidak sejak duduk di kelas VII SMP. Ketertarikannya bermula dari rasa ingin tahu dan dilakukan dengan memanfaatkan telepon seluler.

Menurut Rais, sejak mendalami keamanan siber, dirinya telah melakukan pengujian terhadap lebih dari 100 situs web. Ia juga mengaku memperoleh lebih dari 40 sertifikat penghargaan dan apresiasi dari berbagai instansi nasional maupun internasional sejak awal 2024.

Selain situs Lapas Sragen, Rais mengaku pernah menemukan indikasi kerentanan pada sejumlah situs milik instansi pemerintah dan kepolisian.

Ia juga menyebut pernah menemukan kerentanan pada sistem yang berkaitan dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Menurut pengakuannya, temuan tersebut berupa paparan API yang dinilainya berpotensi membuka akses terhadap bagian tertentu dari sistem.

Namun, berbagai klaim tersebut merupakan keterangan dari Rais dan belum seluruhnya mendapatkan penjelasan atau konfirmasi dari instansi terkait.

Rais juga mengaku pernah menemukan indikasi kerentanan pada situs web DPRD Sragen. Ia mengatakan telah melaporkan temuannya kepada pihak terkait, tetapi hingga kini belum memperoleh respons resmi.

"Kalau ke Lapas responsnya lumayan cepat. Tapi kalau ke instansi lain, misalnya website resmi DPRD belum ada respons sampai sekarang. Sudah lama dilaporkan," katanya.

Menurut Rais, kemungkinan perbaikan terhadap situs tersebut bisa saja telah dilakukan tanpa ada pemberitahuan kepadanya.

Kepala Lapas Kelas IIA Sragen, Giyono, mengatakan pihaknya mengapresiasi langkah Rais yang melaporkan adanya celah keamanan pada situs web lembaganya.

Menurut Giyono, laporan tersebut membantu pihak Lapas mengetahui adanya bagian dari sistem yang perlu diperhatikan dari sisi keamanan.

Ia juga mengaku khawatir apabila celah keamanan justru ditemukan pihak yang memiliki niat buruk dan kemudian dimanfaatkan untuk mengganggu sistem.

"Pelajar seperti Rais ini justru dirangkul karena memiliki potensi. Awalnya saya kaget ketika menerima laporan website diretas. Namun, selama ini peretasan tersebut belum mengganggu sepenuhnya sistem di website," kata Giyono.

Giyono menilai temuan tersebut dapat menjadi masukan bagi pengelola situs untuk meningkatkan keamanan sistem. Ia berharap kemampuan Rais di bidang keamanan siber dapat terus dikembangkan melalui jalur yang positif dan bertanggung jawab.

Editor : Joko Piroso

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network