SRAGEN, iNewsSragen.id – Pemerintah pusat membangun infrastruktur air bersih senilai Rp92 miliar untuk memperluas layanan air perpipaan di Kabupaten Sragen. Proyek yang dikerjakan pada 2026-2027 tersebut menyasar sembilan desa dengan sumber air baku dari Waduk Gondang, Karanganyar.
Infrastruktur yang dibangun meliputi jaringan perpipaan hingga sambungan rumah (SR) serta instalasi pengolahan air (IPA). Pekerjaan dilaksanakan PT Gala Karya Gresik dengan masa kontrak mulai 18 Juni 2026 hingga 9 Desember 2027.
Project Manager PT Gala Karya Gresik, RB Surjo Atmodjo, mengatakan proyek tersebut dibiayai melalui APBN dan merupakan kelanjutan pembangunan infrastruktur air baku dari Waduk Gondang menuju reservoir di wilayah Mojokerto, Kedawung, Sragen.
“Instalasi distribusi air sampai ke sambungan rumah panjangnya 21 kilometer yang meliputi sembilan desa. Debit air baku dari Waduk Gondang yang akan diolah dalam IPA kapasitasnya 100 liter per detik,” kata Surjo saat ditemui di Kedawung, Sragen, Jumat (2/10/2026).
Menurut Surjo, jaringan air baku dari Waduk Gondang menuju IPA sebelumnya telah dibangun oleh Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS). Sistem tersebut melewati dua bak sebelum air masuk ke instalasi pengolahan.
Surjo menjelaskan distribusi air bersih nantinya menggunakan dua metode, yakni gravitasi dan pompanisasi. Sistem gravitasi digunakan untuk wilayah yang memungkinkan air dialirkan berdasarkan perbedaan elevasi.
Wilayah yang direncanakan mendapat layanan melalui sistem gravitasi antara lain Desa Guworejo, Jurangjero, dan Saradan di Kecamatan Karangmalang serta sebagian wilayah Kelurahan Sine, Kecamatan Sragen.
Sementara sistem pompanisasi digunakan untuk wilayah yang memiliki posisi lebih tinggi dibandingkan lokasi IPA.
“Untuk pompanisasi dilakukan untuk memasok kebutuhan air bersih ke sambungan rumah yang lokasinya lebih tinggi dari IPA, seperti di wilayah Desa Kedawung, Karangpelem, dan Celep di Kecamatan Kedawung, serta Desa Jirapan dan Krebet di Kecamatan Masaran,” jelasnya.
Surjo mengatakan data calon pelanggan penerima sambungan rumah telah disiapkan oleh PDAM Sragen. Sambungan rumah dalam program tersebut nantinya tidak dikenakan biaya kepada masyarakat karena merupakan bagian dari program pemerintah.
Meter air yang digunakan, lanjut dia, merupakan meter standar dengan teknologi magnetic dan tipe R100.
Untuk tahap pembangunan yang sedang dikerjakan, PT Gala Karya Gresik menargetkan sebanyak 964 sambungan rumah dapat terlayani pada 2027.
Jumlah tersebut masih jauh di bawah kapasitas potensial air baku Waduk Gondang. Dengan debit sekitar 100 liter per detik, menurut Surjo, secara ideal sumber air tersebut dapat dikembangkan untuk melayani hingga sekitar 8.000 sambungan rumah.
“Target kami hanya 964 sambungan rumah. Untuk selebihnya biar menjadi pengembangan dari PDAM Sragen,” ujarnya.
Selain jaringan distribusi, proyek tersebut juga mencakup pembangunan IPA dengan struktur beton. Menurut Surjo, instalasi dirancang dapat dioperasikan secara otomatis sehingga pengelolaan produksi air dapat dilakukan lebih efisien.
Ia mengatakan pemanfaatan air permukaan dari waduk menjadi salah satu alternatif dalam pengembangan layanan air minum. Hal tersebut dinilai penting karena sumber air tanah dari sumur dalam memiliki keterbatasan debit.
Dalam sistem tersebut, sebagian air baku Waduk Gondang juga dialirkan menuju reservoir di wilayah Dulang, Kedawung.
Dengan pembangunan jaringan perpipaan sepanjang 21 kilometer dan IPA berkapasitas pengolahan sesuai kebutuhan air baku, proyek ini diharapkan menjadi bagian dari pengembangan layanan air perpipaan PDAM Sragen hingga 2027.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
