SRAGEN, iNewsSragen.id – Pihak SDN Gondang 1, Kabupaten Sragen, memberikan klarifikasi terkait kabar dugaan pengeroyokan dan perundungan (bullying) yang melibatkan siswa sekolah. Berdasarkan keterangan pihak sekolah dan hasil mediasi, insiden pada Senin (19/10/2026) disebut sebagai perkelahian antara dua siswa.
Mediasi yang melibatkan orang tua atau wali siswa, pihak sekolah, dan tokoh masyarakat berlangsung pada Selasa (20/10/2026). Pertemuan itu menghasilkan kesepakatan damai secara kekeluargaan. Kedua pihak sepakat saling memaafkan dan meminta sekolah meningkatkan pendampingan terhadap siswa.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SDN Gondang 1, Sudarto, menjelaskan, peristiwa terjadi saat istirahat kedua sekitar pukul 12.00 WIB. Insiden bermula ketika dua siswa terlibat saling ejek saat bermain petak umpet di teras depan kelas.
Sudarto membantah kabar bahwa peristiwa tersebut merupakan pengeroyokan atau perundungan. Ia menyebut rekaman kamera pengawas (CCTV) sekolah memperlihatkan dua siswa terlibat perkelahian, sedangkan dua siswa lain berusaha melerai.
“Terkait kabar pembullyan atau pengeroyokan, itu tidak benar. Kejadian sebenarnya hanya perkelahian antara dua anak karena bercanda kelewatan saat bermain petak umpet,” kata Sudarto saat memberikan keterangan kepada awak media, Selasa (20/10/2026).
Sudarto juga menjelaskan bahwa kondisi bibir salah satu siswa yang menjadi perhatian publik, menurut keterangan yang diterimanya, sudah mengalami sariawan sebelum kejadian. Keterangan tersebut merupakan penjelasan pihak sekolah.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
