Perempuan Lansia di Sragen Ditemukan Meninggal di Sungai Setelah Dilaporkan Hilang
SRAGEN, iNewsSragen.id - Seorang perempuan lanjut usia ditemukan meninggal dunia di aliran sungai wilayah Dukuh Banaran, Desa Jenggrik, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Rabu (11/3/2026) pagi.
Korban diketahui bernama Sukinem (76), warga Dukuh Pakel RT 4, Desa Karangpelem, Kecamatan Kedawung. Penemuan jenazah korban terjadi sekitar pukul 08.22 WIB oleh warga yang sedang menyisir aliran sungai.
Peristiwa ini bermula ketika korban dilaporkan hilang oleh keluarga sejak beberapa hari sebelumnya. Warga kemudian melakukan pencarian dengan menyusuri aliran sungai di sekitar permukiman.
Seorang saksi yang mendapat informasi adanya warga hilang diduga hanyut di sungai kemudian mendatangi rumah keluarga korban untuk mengetahui kronologi kejadian. Keesokan harinya, saksi bersama warga lainnya menyisir aliran sungai mulai dari pertemuan sungai di Dukuh Miri, Desa Celep hingga wilayah Dukuh Banaran, Desa Jenggrik.
Saat melakukan pencarian tersebut, saksi menemukan sesosok perempuan dalam kondisi sudah meninggal dunia di aliran sungai wilayah Dukuh Banaran. Temuan itu kemudian dilaporkan kepada warga lain serta perangkat desa setempat.
Pihak keluarga yang datang ke lokasi kemudian memastikan identitas korban. Anak korban, Suwarno, mengenali jenazah tersebut dari ciri-ciri bentuk gigi serta pakaian berupa rok berwarna hitam yang dikenakan korban.
Kapolsek Kedawung, AKP Suyana, menjelaskan bahwa sebelum dilaporkan hilang, korban sempat berpamitan kepada anaknya pada Sabtu (7/3/2026) sekitar pukul 20.30 WIB untuk pergi ke rumah kerabatnya yang berjarak sekitar 300 meter dari rumah.
Saat itu kondisi cuaca sedang gerimis dan aliran sungai di depan rumah korban dalam kondisi banjir. Korban diketahui membawa senter dan payung saat berangkat.
Namun hingga keesokan paginya korban tidak kembali ke rumah. Setelah keluarga melakukan pengecekan ke rumah kerabat yang hendak dikunjungi, diketahui korban tidak pernah sampai di lokasi tersebut.
Keluarga kemudian melakukan pencarian dengan menyusuri aliran sungai di sekitar rumah dan menemukan payung milik korban berada di aliran sungai dengan jarak sekitar 180 meter dari rumah.
Selanjutnya, pada Senin (9/3/2026), operasi pencarian terhadap korban secara resmi dilakukan oleh tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sragen bersama warga.
Jenazah korban kemudian diperiksa secara medis di kamar jenazah RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen oleh dokter pemeriksa dr. Arso Pranindyo Utomo.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, ditemukan kondisi pembusukan lanjut pada tubuh korban. Terdapat luka pada bagian kepala dan dada kiri yang meluas hingga lengan kiri yang diduga terjadi akibat kondisi tubuh korban berada di dalam air cukup lama serta faktor usia lanjut.
Petugas medis juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan seperti luka memar, lebam, atau lecet pada tubuh korban.
Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan meminta agar jenazah korban segera diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Editor : Joko Piroso