Tekan Inflasi, Bulog dan Pemkab Ngawi Salurkan Bantuan Beras dan Minyak ke Ribuan Warga
NGAWI, iNewsSragen.id - Perum Bulog Cabang Madiun bersama Pemerintah Kabupaten Ngawi menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat sebagai langkah antisipasi dampak dinamika geopolitik terhadap inflasi dan daya beli warga.
Penyaluran bantuan dilakukan di Kantor Desa Kedungputri, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Selasa (5/5/2026). Sebanyak 1.335 keluarga penerima manfaat (KPM) menerima bantuan masing-masing 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.
Total bantuan yang disalurkan pada kegiatan tersebut mencapai 27.100 kilogram beras dan 5.420 liter minyak goreng.
Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, mengatakan program ini merupakan bagian dari intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan sekaligus memperkuat daya beli masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan bentuk jaring pengaman sosial untuk membantu masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang dinamis. Harapannya bantuan ini bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh warga,” ujarnya saat meninjau penyaluran bantuan.
Menurutnya, langkah ini juga menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah, khususnya pada komoditas kebutuhan pokok yang berpengaruh langsung terhadap pengeluaran rumah tangga.
Sementara itu, Kepala Perum Bulog Cabang Madiun, Agung Sarianto, menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari alokasi penyaluran untuk periode Februari hingga Maret 2026.
“Setiap keluarga menerima total 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. Ini merupakan stimulus ekonomi untuk membantu masyarakat,” jelasnya.
Secara keseluruhan, jumlah penerima bantuan pangan di Kabupaten Ngawi mencapai 166.903 keluarga. Total distribusi yang telah disiapkan mencapai 3.338 ton beras dan 667.612 liter minyak goreng.
Penerima bantuan merupakan masyarakat yang terdata dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dan telah disesuaikan berdasarkan tingkat kesejahteraan.
Salah satu penerima bantuan, Halimah (50), mengaku terbantu dengan adanya program tersebut. Ia mengatakan bantuan tersebut dapat meringankan pengeluaran rumah tangga, terutama untuk kebutuhan pokok pasca Lebaran.
“Alhamdulillah sangat membantu, setidaknya bisa mengurangi biaya belanja beras dan minyak untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Pemerintah berharap program bantuan pangan ini dapat menjaga stabilitas ekonomi masyarakat sekaligus membantu memenuhi kebutuhan dasar warga di tengah tantangan ekonomi global.
Editor : Joko Piroso