Belajar Jadi Petani Modern, Siswa SMKN 1 Pandak Bantul Kembangkan Melon Premium di Greenhouse
BANTUL, iNewsSragen.id - Siswa-siswi SMK Negeri 1 Pandak, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, sukses mengembangkan budidaya melon premium secara hidroponik di greenhouse sekolah. Program pembelajaran berbasis praktik atau teaching factory tersebut kini telah memasuki panen ke-9 dan menjadi salah satu unggulan sekolah dalam mencetak petani muda modern.
Di dalam greenhouse sekolah, para siswa tampak aktif merawat tanaman melon dengan memotong cabang yang mati, mengecek perkembangan buah, hingga mencatat pertumbuhan tanaman. Budidaya dilakukan secara modern menggunakan sistem hidroponik untuk menghasilkan buah berkualitas premium.
Kepala SMKN 1 Pandak Bantul, Sri Mulyani, mengatakan sekolahnya membudidayakan melon jenis Golden Kirin dan Sweet Hami yang dikenal memiliki rasa manis tinggi serta tekstur lebih renyah dibanding melon pada umumnya.
“Seminggu lagi akan memasuki masa panen ke-9. Ribuan tanaman melon yang dibudidayakan siswa siap dipanen dan dipasarkan kepada masyarakat,” ujar Sri Mulyani.
Menurutnya, SMKN 1 Pandak merupakan sekolah kejuruan di Bantul yang fokus pada bidang tanaman pangan dan hortikultura. Melalui program teaching factory, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung mulai dari proses penanaman, perawatan hingga pemasaran hasil panen.
Sri Mulyani menjelaskan, kegiatan budidaya melon premium ini menjadi sarana pembelajaran pertanian modern bagi siswa agar mampu bersaing di dunia agribisnis sekaligus menumbuhkan minat generasi muda terhadap sektor pertanian.
“Harapannya siswa bisa menjadi petani muda milenial yang mampu mengembangkan pertanian modern di daerahnya masing-masing,” katanya.
Varietas Golden Kirin dan Sweet Hami dipilih karena masih jarang ditemukan di pasaran. Selain memiliki tingkat kemanisan tinggi, buah melon tersebut juga memiliki tekstur lebih renyah sehingga diminati konsumen.
Hasil panen melon premium dari greenhouse sekolah dipasarkan dengan sistem open farm. Masyarakat dapat datang langsung ke lokasi untuk membeli maupun memesan terlebih dahulu melalui media sosial sekolah.
Melon hasil budidaya siswa dijual dengan harga antara Rp35 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram, tergantung kualitas dan ukuran buah.
Salah satu siswa jurusan Agribisnis Pertanian, Reno Bagas Saputra, mengaku senang bisa belajar langsung melalui praktik budidaya melon modern tersebut. Ia berharap pengalaman yang didapat di sekolah dapat menjadi bekal untuk mengembangkan usaha pertanian di masa depan.
“Sebagai anak desa, saya ingin nantinya bisa menjadi petani muda yang membuka lapangan pekerjaan dan memajukan pertanian di desa,” ungkap Reno.
Program budidaya melon premium ini sekaligus menjadi bukti bahwa sektor pertanian modern mampu menarik minat generasi muda jika dikembangkan dengan pendekatan teknologi dan pembelajaran langsung di lapangan.
Editor: Joko Piroso