get app
inews
Aa Text
Read Next : Pria Asal Semarang Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Hotel Blora, Polisi Pastikan Bukan Tindak Pida

Kasus Tewasnya Siswi SD di Sragen, Polisi Temukan Dugaan Kekerasan

Jum'at, 05 Juni 2026 | 22:45 WIB
header img
Petugas kepolisian mengevakuasi jenazah siswi sekolah dasar yang ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Dukuh Bromoasri, Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Jumat (5/6/2026) malam. Foto: iNews/Joko P

SRAGEN, iNewsSragen.id - Polisi membeberkan perkiraan waktu kematian B (11), siswi kelas 5 sekolah dasar yang ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Dukuh Bromoasri, Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Jumat (5/6/2026) sore.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), korban diduga telah meninggal dunia sejak sekitar pukul 10.00 WIB.

Kasat Reskrim Polres Sragen AKP Catur Agus Yudo Praseno mengatakan, dugaan waktu kejadian diperoleh dari hasil pemeriksaan awal di lokasi serta keterangan yang berhasil dihimpun penyidik.

“Kalau berkaitan dengan kronologis kejadian sementara, kurang lebih kejadian kisaran pukul 10.00 sampai 10.30 WIB,” ujar AKP Catur saat ditemui wartawan di lokasi kejadian, Jumat malam.

Meski demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa perkiraan waktu kematian tersebut masih akan didalami lebih lanjut secara ilmiah melalui pemeriksaan medis dan forensik.

Polres Sragen juga telah berkoordinasi dengan Tim Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jawa Tengah untuk membantu proses penanganan jenazah serta pendalaman penyebab kematian korban.

“Namun demikian, nanti akan kita dalami termasuk dari hasil penanganan Biddokkes Polda Jateng dalam rangka penanganan jenazah,” sambungnya.

Korban pertama kali ditemukan oleh ibu kandungnya sendiri sekitar pukul 16.00 WIB sepulang bekerja. Saat ditemukan, korban masih mengenakan seragam sekolah.

“Yang menemukan pertama ibu kandung korban sekitar pukul 16.00 WIB, dan korban masih mengenakan seragam sekolah,” jelasnya.

Dalam pemeriksaan awal, polisi menemukan adanya dugaan tindak kekerasan pada tubuh korban. Namun, hingga kini aparat kepolisian belum membeberkan secara rinci terkait motif maupun detail luka yang dialami korban.

“Yang jelas, kami menemukan adanya dugaan kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Untuk motif kejadian masih menjadi pendalaman kami,” tegas AKP Catur.

Saat ini jenazah korban telah dievakuasi ke RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen guna menjalani proses autopsi. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban sekaligus mendukung proses penyelidikan.

Selain itu, penyidik juga telah memeriksa sedikitnya empat orang saksi dan mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian. Polisi menyebut barang-barang yang diamankan diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.

“Hasil olah TKP nantinya akan kami evaluasi melalui langkah scientific crime investigation. Kami juga menggandeng Biddokkes Polda Jateng dalam penanganan jenazah,” ujarnya.

Meski telah mengamankan sejumlah barang bukti, pihak kepolisian belum bersedia mengungkap detail benda yang diamankan karena proses penyelidikan masih berlangsung.

“Kami mohon rekan-rekan media memaklumi karena saat ini masih dalam tahap krusial penyelidikan. Nanti apabila hasil evaluasi sudah memungkinkan untuk disampaikan, tentu akan kami sampaikan,” pungkasnya.

Hingga Jumat malam, aparat kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut guna mengungkap pelaku dan motif di balik kematian korban.

Editor : Joko Piroso

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut