get app
inews
Aa Text
Read Next : Kericuhan Mewarnai Prosesi  Miyos Gamelan Sekaten 2026 Milik Keraton Surakarta

Kerbau Bule Keraton Surakarta Siap Ikut Kirab Malam 1 Suro, Sesuai Dawuh PB XIV Hangabehi

Senin, 15 Juni 2026 | 21:06 WIB
header img
Kerbau bule Keraton Surakarta keturunan Kiai Slamet dimandikan sebelum kirab malam 1 Suro. (Foto: iNews/ Nanang SN).

SOLO,iNewsSragen.idKerbau bule keturunan Kiai Slamet dipastikan siap mengikuti Kirab Pusaka Malam 1 Suro Keraton Surakarta Hadiningrat yang akan digelar pada Selasa (16/6/2026), tepat pukul 00.00 WIB atau memasuki Rabu (17/6/2026).

Prosesi sakral tersebut dilaksanakan sesuai 'dawuh' (perintah-Red) Sinuhun Pakubuwono (PB) XIV Hangabehi melalui struktur adat Keraton Surakarta.

Sebagai cucuk lampah atau pembuka jalan kirab, kerbau bule selalu menjadi daya tarik utama dalam tradisi Malam 1 Suro yang setiap tahun menyedot perhatian ribuan masyarakat dari berbagai daerah.

Wakil Pengageng Karti Puro Keraton Surakarta, KPH Djoyo Adilogo, mengatakan seluruh persiapan kirab telah dilakukan sesuai pakem yang berlaku. Gladi bersih juga telah dilaksanakan selama dua hari untuk memastikan seluruh rangkaian prosesi berjalan lancar.

"Persiapannya seperti biasa. Semua berjalan sesuai prosedur yang selama ini sudah dilakukan. Kami juga sudah melaksanakan gladi bersih selama dua hari sebelum pelaksanaan kirab," ujarnya saat ditemui di kandang kerbau bule kawasan Alun-Alun Selatan Karaton Surakarta Hadiningrat, Minggu (14/6/2026).

Djoyo menegaskan pelaksanaan Kirab Pusaka Malam 1 Suro, termasuk pengelolaan kerbau bule keturunan Kiai Slamet, berjalan berdasarkan dawuh Sinuhun PB XIV yang diteruskan melalui Pengageng Sasana Wilapa sekaligus Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Karaton Surakarta Hadiningrat, GKR Koes Moertiyah Wandansari atau Gusti Moeng, lalu dikoordinasikan kepada Karti Puro sebagai pelaksana teknis.

"Seluruh kegiatan berjalan atas dawuh Sinuhun PB XIV melalui Pengageng Sasana Wilapa dan Lembaga Dewan Adat, kemudian pelaksanaannya dikoordinasikan kepada Karti Puro sebagai pihak yang bertanggung jawab terhadap pusaka, Kebo Bule Kiai Slamet, dan jalannya kirab," jelasnya.

Saat ini terdapat lima ekor kerbau bule keturunan Kiai Slamet yang dipersiapkan untuk mengikuti kirab, terdiri atas dua ekor jantan dan tiga ekor betina. Seluruh hewan tersebut telah menjalani perawatan intensif menjelang pelaksanaan tradisi tahunan tersebut.

Srati atau pawang kerbau bule, Heri, mengatakan salah satu persiapan yang dilakukan adalah memandikan kerbau agar dalam kondisi bersih dan siap mengikuti prosesi kirab.

"Kerbau dimandikan terlebih dahulu agar bersih dan siap mengikuti kirab," katanya.

Selain perawatan rutin, penggembalaan dan pemantauan kesehatan juga dilakukan setiap hari oleh para abdi dalem yang ditugaskan khusus oleh keraton.

Pada malam pelaksanaan nanti, kerbau bule keturunan Kiai Slamet akan berjalan paling depan mengawal pusaka-pusaka karaton yang diarak mengelilingi benteng Karaton Surakarta Hadiningrat dalam tradisi tapa bisu atau berjalan tanpa berbicara.

Bagi masyarakat Jawa, keberadaan kerbau bule bukan sekadar bagian dari prosesi kirab, tetapi juga simbol kesetiaan, keteguhan, dan harmoni antara manusia, alam, serta Sang Pencipta.

Karena itu, kehadiran kerbau bule selalu menjadi ikon yang paling dinantikan dalam perayaan Malam 1 Suro di Karaton Surakarta Hadiningrat.

Editor : Joko Piroso

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut