get app
inews
Aa Text
Read Next : Bakar Keranda Hitam, Ratusan Mahasiswa Unjuk Rasa di Tugu Kartasura

Mahasiswa Pariwisata Sulap Limbah Kulit Pisang Jadi Cookies Premium

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:45 WIB
header img
Alex D. Santoso, mahasiswa Magister Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata Politeknik Sahid Jakarta.Foto: iNews/ Shinta

KARANGANYAR, iNewsSragen.id - Di tangan Alex D. Santoso, seorang mahasiswa Magister Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata Politeknik Sahid Jakarta, limbah kulit pisang yang selama ini hanya berakhir di tempat sampah kini memiliki nilai tambah. Bersama ibu-ibu dan pelaku UMKM di Desa Wisata Berjo, Alex mengembangkan inovasi Kupis Kukis, cookies berbahan dasar tepung kulit pisang.

Proses produksi diawali dengan mengumpulkan kulit pisang yang sebelumnya dipisahkan dari buahnya. Kulit pisang kemudian dibersihkan dan dijemur hingga benar-benar kering agar siap diolah menjadi bahan pangan.

Setelah kering, kulit pisang digiling menggunakan blender hingga menjadi tepung halus. Tepung tersebut kemudian diayak agar menghasilkan tekstur yang lebih lembut dan siap digunakan sebagai bahan dasar adonan.

Selanjutnya, tepung kulit pisang dipadukan dengan tepung terigu, mentega, gula, telur, serta bahan-bahan pilihan lainnya. Adonan kemudian diolah menggunakan mixer hingga tercampur merata, dibentuk, diberi topping kacang, lalu dipanggang di dalam oven hingga menghasilkan cookies yang renyah dengan cita rasa khas.

Inovasi ini lahir dari keinginan memanfaatkan melimpahnya limbah kulit pisang di Desa Berjo agar tidak hanya menjadi sampah, tetapi berubah menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus ramah lingkungan.

"Saya suka sekali cookies dan cokelat. Karena latar belakang saya juga seorang chef, saya berpikir bagaimana mengolah limbah menjadi produk yang bernilai," kata Alex saat ditemui di produsen keripik pisang Minions Winner Sumber Echo, Desa Berjo, Kamis( 2/07/2026).

Selain menjadi solusi pengurangan limbah organik, Kupis Kukis juga memiliki potensi sebagai oleh-oleh khas Desa Wisata Berjo yang berada di lereng Gunung Lawu. Produk ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat melalui ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.

Desa Berjo sendiri dikenal sebagai salah satu desa wisata di Kabupaten Karanganyar yang memiliki beragam destinasi unggulan, sekaligus terus mengembangkan inovasi dan pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan warganya.

Dari Desa Wisata Berjo, kreativitas generasi muda membuktikan bahwa limbah bukan akhir dari sebuah proses. Di tangan Alex D. Santosa bersama masyarakat, kulit pisang yang sebelumnya tak bernilai kini berubah menjadi produk inovatif yang mendukung pelestarian lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga desa.

Editor : Joko Piroso

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut