Pupuk Indonesia Pastikan Stok Pupuk Bersubsidi di Blora Aman Selama Musim Kemarau
BLORA, iNewsSragen.id – PT Pupuk Indonesia (Persero) Regional 2B memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Blora tetap aman selama musim kemarau. Perseroan juga menjamin pasokan pupuk akan terus mengalir hingga akhir Agustus 2026 untuk memenuhi kebutuhan petani.
Senior Manager PT Pupuk Indonesia Regional 2B, Jeff Narapati, mengatakan setiap jenis pupuk telah disiapkan dengan stok sekitar 2.000 ton dan distribusinya dilakukan secara berkelanjutan.
"Kami siapkan untuk masing-masing produknya sekitar 2.000 ton dan stoknya selalu mengalir. Kami pastikan sampai akhir Agustus ini, bahkan hingga musim kemarau berlangsung, stok tetap aman," ujar Jeff, Kamis (6/8/2026).
Menurutnya, memasuki musim kemarau permintaan pupuk di Blora cenderung menurun. Kondisi tersebut dipengaruhi karakteristik lahan pertanian di Blora yang mayoritas merupakan sawah tadah hujan sehingga aktivitas tanam berkurang.
Meski demikian, masih terdapat sejumlah kecamatan yang tetap melakukan budidaya tanaman sehingga kebutuhan pupuk tetap berjalan.
"Ada beberapa kecamatan yang tetap menyerap pupuk karena petaninya masih melakukan penanaman meskipun musim kemarau," katanya.
38 KDMP Ajukan Menjadi Penyalur Pupuk Bersubsidi
Selain memastikan stok aman, PT Pupuk Indonesia juga mendukung program pemerintah melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang diproyeksikan menjadi Penerima Pupuk Bersubsidi di Titik Serah (PPTS).
Di Kabupaten Blora, tercatat sekitar 38 KDMP telah berdiri dan mulai beroperasi. Seluruhnya kini tengah mengajukan permohonan sebagai penyalur pupuk bersubsidi.
Jeff menjelaskan, sebelum ditetapkan sebagai PPTS, setiap koperasi wajib memenuhi persyaratan administrasi dan legalitas usaha sesuai ketentuan yang berlaku.
"Saat ini kami sedang memeriksa kesesuaian administrasi, terutama KBLI dan Nomor Induk Berusaha (NIB). PPTS harus memiliki KBLI yang sesuai untuk perdagangan eceran pupuk. Jika masih ada yang belum lengkap, kami minta segera dilengkapi," jelasnya.
Penyalur Lama Tetap Dipertahankan
Jeff menegaskan kehadiran KDMP tidak akan menggeser peran penyalur pupuk bersubsidi yang telah bekerja sama dengan PT Pupuk Indonesia selama ini.
Menurutnya, penyalur yang memiliki kinerja baik, tertib administrasi, serta mampu menjalankan distribusi sesuai ketentuan akan tetap menjadi mitra perusahaan.
Ke depan, PT Pupuk Indonesia akan melakukan pengaturan wilayah distribusi agar kelompok tani memperoleh akses pupuk dari titik penyaluran yang paling dekat, termasuk melalui KDMP apabila telah memenuhi seluruh persyaratan.
Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat sistem distribusi pupuk bersubsidi sekaligus mempermudah petani memperoleh pupuk sesuai alokasi yang telah ditetapkan pemerintah.
Editor: Joko Piroso