Talent Widyanto, Siswa SMK Binawiyata Sragen Bawa Persis Solo Runner Up EPA U16
SRAGEN,iNewsSragen.id — Talent Widyanto, siswa SMK Binawiyata Sragen, meraih prestasi bersama Persis Solo U16 yang menjadi runner-up EPA Super League U16 2025/2026 tingkat nasional.
Prestasi itu menjadi cerita tersendiri bagi Talent. Di usia sekolah, ia harus membagi waktu antara belajar Teknik Pemesinan dan mengejar cita-cita menjadi pesepak bola profesional.
Bersama Persis Solo U16, Talent tampil dalam EPA Super League U16 musim 2025/2026 yang diselenggarakan PSSI. Kompetisi tingkat nasional tersebut berlangsung di Garudayaksa Football Academy, Bekasi, pada 16 Mei 2026.
Pencapaian tersebut tidak diraih secara tiba-tiba. Talent telah mengenal sepak bola sejak duduk di bangku SD. Latihan rutin dan keikutsertaan dalam berbagai kompetisi menjadi bagian dari perjalanan yang terus dijalaninya dengan dukungan keluarga.
Ketika masuk SMK Binawiyata Karangmalang Sragen, Talent mendapat kesempatan untuk tetap mengembangkan bakat sepak bolanya. Sekolah memberikan dispensasi dan kelonggaran waktu saat ia harus menjalani latihan maupun mengikuti pertandingan.
Dukungan tersebut membuat Talent dapat menjalankan dua tanggung jawab sekaligus. Ia tetap mengikuti pembelajaran dan praktik Teknik Pemesinan, sekaligus menjalani latihan sepak bola bersama klub.
“Saya bersyukur bisa bersekolah di SMK Binawiyata karena sekolah memberi saya ruang untuk terus mengejar mimpi. Ketika harus berlatih atau mengikuti kompetisi, saya mendapat kesempatan untuk mengembangkan kemampuan tanpa harus meninggalkan pendidikan,” ujar Talent, Sabtu (22/8/2026).
Bagi Talent, status runner up nasional bukanlah akhir perjalanan. Hasil tersebut justru menjadi motivasi untuk berlatih lebih keras dan meningkatkan kemampuan demi mewujudkan cita-citanya sebagai pesepak bola profesional.
Ia pun mengajak pelajar lain berani bermimpi dan tidak menyerah ketika menghadapi kegagalan.
“Jangan pernah takut bermimpi besar meskipun kita memulainya dari hal kecil. Saya juga memulai semuanya dari latihan sejak SD. Yang terpenting adalah mau berlatih, disiplin, konsisten, dan tidak menyerah ketika menghadapi kegagalan,” katanya.
Perjalanan Talent memperlihatkan bahwa prestasi membutuhkan proses panjang. Latihan sejak usia dini, dukungan keluarga, disiplin pribadi, serta kesempatan dari sekolah menjadi bagian penting di balik pencapaiannya.
Dari ruang praktik Teknik Pemesinan hingga lapangan sepak bola nasional, Talent kini memiliki satu pijakan penting untuk mengejar mimpi yang telah ia rawat sejak kecil: menjadi pesepak bola profesional.
Editor : Joko Piroso