Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Bocah 5 Tahun Meninggal Tenggelam di Sungai Gajah Wong Bantul, Diduga Terpeleset Saat Bermain
Advertisement . Scroll to see content

Siswi Sekolah Rakyat Sragen Meninggal Usai Dirawat, Desa Minta Layanan Kesehatan Asrama Dievaluasi

Senin, 07 September 2026 | 19:03 WIB
  • author Joko Piroso
Siswi Sekolah Rakyat Sragen Meninggal Usai Dirawat, Desa Minta Layanan Kesehatan Asrama Dievaluasi
Seorang siswi kelas XI A Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi Mondokan, Kabupaten Sragen, meninggal dunia di RSUD Soehadi Prijonegoro Sragen.Foto: Istimewa

SRAGEN, iNewsSragen.id — Seorang siswi kelas XI A Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi Mondokan, Kabupaten Sragen, meninggal dunia di RSUD Soehadi Prijonegoro Sragen, Minggu (6/9/2026). Siswi asal Desa Kedawung, Kecamatan Mondokan, tersebut sebelumnya sempat mendapat penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan.

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi Sragen, Giyatno, membenarkan kabar duka tersebut. Menurutnya, pihak sekolah telah mengupayakan pemeriksaan medis setelah siswi tersebut mengalami keluhan kesehatan.

“Nggih, sakit. Pada Sabtu, siswi tersebut sudah kami periksakan melalui sekolah ke Puskesmas Mondokan,” ujar Giyatno saat dikonfirmasi, Minggu (6/9/2026).

Penanganan berlanjut pada Minggu pagi. Siswi tersebut kembali dibawa ke Puskesmas Mondokan untuk menjalani pemeriksaan. Namun, karena kondisi fasilitas kesehatan tersebut penuh, pasien kemudian dirujuk ke Puskesmas Sukodono.

Setelah menjalani pemeriksaan di Puskesmas Sukodono, kondisi siswi kemudian dirujuk ke RSUD Soehadi Prijonegoro Sragen. Namun, nyawanya tidak tertolong dan siswi tersebut meninggal dunia saat menjalani perawatan.

Desa Tegaskan Bukan Akibat Kekerasan

Kepala Desa Kedawung, Riki Antono, menyampaikan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya, tidak terdapat unsur perpeloncoan maupun kekerasan fisik terhadap siswi selama berada di asrama Sekolah Rakyat.

“Bukan (akibat kekerasan). Sakitnya memang sudah lama,” ujar Riki.

Riki menyebut siswi tersebut memiliki riwayat hipertiroid sebelum masuk Sekolah Rakyat. Menurutnya, saat masih mengikuti kegiatan di Balai Latihan Kerja (BLK), siswi tersebut juga disebut pernah menjalani perawatan di rumah sakit.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut semestinya mendapat pemantauan dan pengobatan secara rutin. Riki menyebut siswi tersebut diduga sempat tidak melanjutkan konsumsi obat.

Sebelum menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan, siswi tersebut sempat mengalami demam, batuk, dan pilek saat berada di asrama. Ia kemudian meminta izin untuk berobat dan pulang bersama keluarga.

“Di Puskesmas Sukodono sempat kejang, lalu dirujuk ke RSUD Sragen. Setelah mendapat perawatan di RSUD, almarhumah kejang lagi dan meninggal dunia,” jelas Riki.

Keterangan mengenai riwayat penyakit dan kondisi medis tersebut merupakan informasi dari pihak keluarga dan pemerintah desa. Penyebab medis kematian tetap menjadi kewenangan tenaga kesehatan berdasarkan pemeriksaan dan catatan medis.

Desa Dorong Evaluasi Kesehatan Asrama

Pasca-kejadian tersebut, Riki menyampaikan aspirasi kepada pengelola Sekolah Rakyat dalam forum diskusi. Ia meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap layanan kesehatan bagi siswa yang tinggal di asrama.

Menurut Riki, keberadaan fasilitas kesehatan di lingkungan sekolah atau asrama perlu dipertimbangkan karena para siswa tinggal jauh dari pengawasan langsung orang tua.

Ia juga menyoroti adanya siswa yang harus mendapatkan layanan kesehatan selama menjalani pendidikan di asrama.

“Kami minta ada evaluasi mendalam di bidang kesehatan. Kalau bisa, di dalam sekolah atau asrama didirikan klinik khusus dengan penanganan medis yang memadai,” tegas Riki.

Menurutnya, fasilitas kesehatan yang memadai akan membantu memberikan penanganan awal ketika siswa mengalami gangguan kesehatan sebelum mendapatkan rujukan ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.

Kabar meninggalnya siswi tersebut menjadi perhatian bagi pihak sekolah, pemerintah desa, dan keluarga. Evaluasi layanan kesehatan di lingkungan asrama diharapkan dapat memastikan kondisi kesehatan siswa terpantau dan penanganan medis dapat dilakukan secara cepat ketika dibutuhkan.

Editor: Joko Piroso

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut