Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Pangdam IV/Diponegoro Tutup Open Tournament Pencak Silat Piala Panglima TNI 2026
Advertisement . Scroll to see content

Wartawan Soloraya Gelar Aksi Menyalakan Lilin Doakan 5 Wartawan Hilang di Krakatau

Selasa, 15 September 2026 | 10:10 WIB
  • author Tabita Shinta
Wartawan Soloraya Gelar Aksi Menyalakan Lilin Doakan 5 Wartawan Hilang di Krakatau
Komunitas Pers Soloraya menggelar aksi solidaritas bertajuk "Doa Bersama & Menyalakan Lilin Harapan" pada Senin (14/9/2026) malam.Foto: iNews/ Shinta

SOLO, iNewsSragen.id — Gelombang kepedulian terus mengalir atas hilang kontak lima jurnalis dan tiga awak kapal saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Dari Kota Surakarta, komunitas pers yang tergabung dalam Pewarta Foto Indonesia (PFI) Solo, Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Solo dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menggelar aksi solidaritas bertajuk "Doa Bersama & Menyalakan Lilin Harapan" pada Senin (14/9/2026) malam.

Aksi yang dipusatkan di halaman Plaza Balaikota Surakarta tersebut menjadi wadah bersatunya para insan pers dan masyarakat Solo guna mendoakan keselamatan seluruh korban yang hingga saat ini belum ditemukan.

Tepat sepekan pasca-insiden hilang kontak pada Senin (7/9/2026) lalu saat rombongan mengarungi perairan di sekitar Gunung Anak Krakatau, tim Basarnas Gabungan hingga kini masih terus berjibaku menyisir area sekitar melalui armada laut dan udara.

"Mari kita satukan doa, menyalakan harapan, dan terus percaya bahwa mereka akan segera kembali pulang dengan selamat," tutur Ketua PFI Solo, Yoma Times Suryadi, di sela-sela aksi, Senin (14/9/2026) malam.

Dalam kesempatan ini Yoma menegaskan bahwa kerja jurnalis adalah sebagai insan pencari informasi akurat, sehingga keputusan dalam melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau sudah menjadi pertimbangan yang matang.

"Terlebih mereka berangkat dengan menyewa kapal dan crew kapal dari warga lokal yang paham akan lingkungan. Jadi ini sudah melalui pertimbangan yang matang," tegasnya.

Menyalaka Lilin Harapan dan Pesan Haru "Tidak Ada Berita Seharga Nyawa"

Puluhan pewarta foto, wartawan dari pelbagai media koran, televisi, hingga media online berkumpul membakar lilin sebagai simbol kekuatan spiritual serta dukungan moral bagi keluarga korban dan tim SAR di lapangan.

Dalam aksi emosional tersebut, para jurnalis membentangkan sejumlah poster berisi untaian doa dan pesan menyentuh hati:

"Doa terbaik untuk rekan jurnalis yang hilang kontak saat menjalankan tugas jurnalistik di Gunung Anak Krakatau."

"Tidak ada berita seharga nyawa."

"Sejauh apapun ombak membawa pergi, semoga arus doa kami membimbingmu kembali pulang."

"Tangan kami mungkin tidak dapat menjangkau kalian, tetapi kami terus berjalan beriringan dengan kalian dalam doa."

Pengingat Risiko Tinggi Pengabdian Jurnalistik

Aksi ini sekaligus menjadi refleksi bersama akan tingginya risiko keselamatan yang kerap dihadapi oleh para pencari berita di medan bencana demi menyajikan informasi yang akurat kepada publik.

Melalui pendar cahaya lilin di pusat Kota Solo, komunitas pers Surakarta berharap penyisiran masif yang dilancarkan tim SAR Gabungan di perairan Selat Sunda segera membuahkan kabar baik bagi keselamatan rekan-rekan mereka.

Editor: Joko Piroso

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut