Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : PSHT Ranting Sambirejo Luncurkan 2 Mobil Siaga untuk Layani Masyarakat
Advertisement . Scroll to see content

Rumah Nyaris Ambruk, Warga Katelan Sragen Terpaksa Menumpang di Rumah Orang Tua

Kamis, 24 September 2026 | 18:56 WIB
  • author Joko Piroso
Rumah Nyaris Ambruk, Warga Katelan Sragen Terpaksa Menumpang di Rumah Orang Tua
Kondisi rumah Rusmini, warga Brakbunder, Desa Katelan, Kecamatan Tangen, Sragen, mengalami kerusakan dan terancam ambruk.Foto: Istimewa

SRAGEN, iNewsSragen.id — Rumah Rusmini di Desa Katelan, Tangen, Sragen, nyaris ambruk. Tembok bangunan disangga kayu, sementara ia terpaksa menumpang di rumah orang tua.

Untuk mencegah bangunan semakin rusak, tembok rumah tersebut saat ini disangga menggunakan kayu seadanya. Kondisi itu membuat Rusmini memilih menumpang tidur di rumah orang tuanya demi keamanan.

“Temboknya mau ambruk, disangga kayu,” ujar tokoh masyarakat Tangen, Sri Wahono, Kamis (24/9/2026)..

Menurut Sri Wahono, pihaknya telah membantu mengajukan proposal Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada pemerintah daerah sekitar setahun lalu. Namun, hingga kini bantuan tersebut belum terealisasi.

Ia berharap pengajuan tersebut segera mendapat tindak lanjut sebelum kondisi rumah semakin membahayakan penghuni.

Kondisi ekonomi Rusmini juga tidak mudah. Ia sebelumnya pernah bekerja di Malaysia sebagai tenaga kerja wanita (TKW). Namun, karena kondisi kesehatan yang sering terganggu, ia akhirnya kembali ke kampung halaman.

Cobaan kembali dialami Rusmini setelah anak tunggalnya meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di kawasan Sragen.

Saat ini, Rusmini berusaha memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan berjualan teh di salah satu sudut Pasar Janglot. Di tengah aktivitas tersebut, ia juga masih harus menghadapi persoalan kesehatan yang beberapa kali membuatnya menjalani perawatan di rumah sakit.

Persoalan lain muncul terkait data penerima bantuan sosial. Rusmini tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) pada kelompok desil 6–10.

Kondisi tersebut membuat Rusmini tidak masuk dalam kelompok penerima sejumlah bantuan sosial. Ia mempertanyakan kesesuaian data tersebut dengan kondisi kehidupan yang dijalaninya saat ini.

Rusmini juga mengaku melihat sejumlah warga di lingkungan sekitar yang menurutnya memiliki aset tertentu tetap menerima bantuan. Namun, kondisi dan status penerima bantuan masing-masing warga perlu mengacu pada hasil pendataan serta ketentuan program yang berlaku.

Kepala Desa Katelan, Kunto Cahyono, mengatakan pemerintah desa telah menindaklanjuti pendataan warga yang membutuhkan bantuan perbaikan rumah.

Menurut Kunto, data warga yang dinilai membutuhkan program perbaikan rumah telah diajukan kepada pemerintah daerah sesuai permintaan pendataan.

“Kemarin ternyata sudah kita usulkan. Kemarin yang diminta data dari Ibu Bupati itu, daftar warga yang layak dibedah rumah sudah kita ajukan. Jadi sudah kita masukkan,” terang Kunto.

Terkait status data desil Rusmini yang masuk kelompok 6–10, Kunto mengakui pihak desa perlu melakukan pengecekan lebih lanjut.

“Mungkin belum kita pihak mengecek masalah desilnya saat itu,” tambahnya.

Pemerintah Desa Katelan berharap usulan bantuan RTLH bagi warga yang membutuhkan, termasuk Rusmini, dapat segera diverifikasi oleh instansi terkait.

Kunto menyatakan pemerintah desa akan menindaklanjuti persoalan tersebut sesuai kewenangan yang dimiliki, termasuk terkait pendataan dan kondisi rumah warga.

Dengan kondisi rumah yang semakin mengkhawatirkan, Rusmini kini berharap proses verifikasi dan pengajuan bantuan dapat segera mendapatkan kepastian agar tempat tinggalnya dapat diperbaiki dan kembali aman untuk dihuni.

Editor: Joko Piroso

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut