SUKOHARJO, iNewsSragen.id - Dalam rangka mendukung Program Asta Cita Presiden untuk mewujudkan swasembada pangan, Perum BULOG Kantor Cabang Surakarta mulai aktif melakukan penyerapan gabah dan beras pasca Idulfitri 2025.
Sesuai dengan Peraturan Badan Pangan Nasional, BULOG membeli beras medium CPP dengan harga Rp12.000,-/kg (af gudang BULOG) dan Gabah Kering Panen (GKP) langsung dari petani seharga Rp6.500,-/kg.
Pada Jumat, 4 April 2025, Direktur SDM dan Umum Perum BULOG, Bapak Sudarsono, turut hadir dalam kegiatan panen GKP di Desa Laban, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo. Panen ini melibatkan Babinsa, PPL, dan petani setempat, dengan hasil pembelian sebanyak 10 ton gabah yang langsung diserap oleh BULOG.
"Sejak 2 April, BULOG sudah aktif menyerap gabah dan beras di seluruh Indonesia. April adalah momentum panen raya di banyak daerah, dan momen ini akan kami optimalkan," ujar Sudarsono.
Sementara itu, Pak Mardiyono, salah satu petani yang menjual gabahnya, mengaku sangat senang bisa menjual hasil panen dengan harga yang baik kepada BULOG.
"Kami antusias karena ada kepastian harga dan pembeli. Semoga program ini terus berlanjut agar lahan-lahan pertanian tetap produktif dan hasil panen tidak sia-sia," ungkapnya.
Direktur SDM dan Umum Perum BULOG, Bapak Sudarsono, turut hadir dalam kegiatan panen GKP di Desa Laban, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo.Foto:Humas Bulog/Istimewa
Pergudangan BULOG Tetap Operasional Selama Lebaran
Pemimpin Cabang Perum BULOG Surakarta, Nanang Harianto, menyampaikan bahwa kompleks pergudangan BULOG di wilayah Solo Raya tetap beroperasi selama libur Lebaran, guna menyerap beras CPP dari Mitra Pangan Pengadaan (MPP) maupun dari petani, mulai 2 April 2025.
"Kami terus berkoordinasi dengan Dinas Pertanian, Babinsa/TNI AD, dan para penggilingan agar tetap berkontribusi selama masa liburan dan musim panen," ujarnya.
Hingga 31 Maret 2025, BULOG Surakarta telah menyerap sebanyak 16.931 ton setara beras. Selama libur Lebaran, sejak 2 April hingga saat ini, penyerapan tambahan telah mencapai 237 ton setara beras.
"Kami akan terus mengoptimalkan penyerapan gabah dan beras selama musim panen ini," tutup Nanang Harianto.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait