SRAGEN, iNewsSragen.id - Curah hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Sragen dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan jembatan milik Dinas Pekerjaan Umum (DPU) yang menghubungkan Kampung Asri dan Sambilandak ambrol. Peristiwa tersebut terjadi di Desa Srimulyo, Kecamatan Gondang, Sragen, dan langsung mengancam akses jalan desa yang menjadi jalur utama aktivitas warga, Sabtu (17/1/2026).
Ambrolnya jembatan diketahui warga sesaat setelah waktu salat Jumat. Kondisi jembatan saat ini sangat membahayakan karena bagian bawah badan jalan telah terkikis habis dan menyisakan lapisan cor serta aspal setebal sekitar 15 sentimeter.
Tri Prasetyo Utomo, Kepala Desa Srimulyo, menjelaskan bahwa kerusakan terjadi akibat tergerusnya tanah urug di bagian dalam bangunan jembatan.
“Isinya tanah semua tergerus. Jadi di bawah sudah kosong, growong. Tinggal lapisan cor dan aspal saja, kira-kira tebalnya 15 sentimeter,” ujarnya.
Jembatan tersebut berada di ruas jalan DPU Sambilandak–Tempel, tepat di perbatasan Kampung Asri dan Sambilandak. Menurut Tri, bangunan jembatan tersebut merupakan bangunan lama peninggalan zaman Belanda yang konstruksinya sudah uzur.
“Talud kanan kiri masih utuh. Tapi ini bangunan lawas, dulu bentuknya batu melengkung. Bagian dalamnya sudah jebol, urugannya habis semua,” jelasnya.
Demi keselamatan, akses jalan di lokasi tersebut kini ditutup total. Tidak hanya kendaraan roda empat, sepeda motor pun dilarang melintas karena dikhawatirkan amblesan bisa semakin melebar.
“Motor juga tidak bisa lewat. Harus muter. Lubangnya bisa melebar karena sebenarnya yang tersisa cuma bagian atas, bawahnya sudah kosong semua,” kata Tri.
Akibat penutupan total tersebut, warga harus memutar sejauh 1 hingga 2 kilometer untuk aktivitas sehari-hari. Dampak paling besar dirasakan pelaku usaha bata merah yang menjadikan jalur tersebut sebagai akses utama distribusi.
“Ini jalan utama, akses vital. Sentra bata merah semuanya terdampak. Kalau untuk usaha bata merah harus muter sampai 3–4 kilometer lewat jalur lain,” ungkapnya.
Pihak desa dan warga telah melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sragen. Dari informasi yang diterima, DPU akan segera melakukan survei lapangan untuk menentukan langkah penanganan.
“Sudah dilaporkan ke DPU. Katanya mau disurvei dulu,” pungkas Tri.
Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan darurat agar akses vital antar kampung bisa kembali dibuka dan aktivitas ekonomi masyarakat tidak semakin terganggu.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
