Bupati Sukoharjo: Pengawasan dan Komunikasi Jadi Kunci Sukses Program MBG

Nanang SN
Bupati Sukoharjo Etik Suryani, saat menghadiri grand launching dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Jati, Kecamatan Gatak, Sabtu (17/1/2026).Foto:iNews/Nnanang SN

SUKOHARJO,iNewsSragen.idBupati Sukoharjo Etik Suryani menegaskan bahwa setiap persoalan yang muncul dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus diselesaikan melalui komunikasi langsung dan pengawasan bersama, bukan dengan memviralkannya di media sosial.

Pesan tegas tersebut disampaikan Etik saat menghadiri grand launching dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Jati, Kecamatan Gatak, Sabtu (17/1/2026). Acara tersebut dihadiri jajaran dinas terkait, unsur kecamatan, serta perwakilan sekolah penerima manfaat program MBG.

Menurut Etik, keberhasilan program MBG tidak hanya bergantung pada kesiapan dapur dan pengelola, tetapi juga pada peran aktif sekolah dan masyarakat dalam melakukan pengawasan serta menyampaikan masukan secara konstruktif.

“Kalau ada persoalan, terutama dari pihak sekolah, saya berharap disampaikan langsung ke pengelola SPPG. Jangan langsung diunggah ke media sosial. Komunikasi yang baik jauh lebih penting agar masalah cepat terselesaikan,” tegas Etik.

Ia menekankan, program MBG menyangkut kesehatan dan keselamatan anak-anak, sehingga setiap keluhan terkait menu, kualitas makanan, maupun proses distribusi harus segera ditindaklanjuti melalui jalur koordinasi yang tepat.

“Ini bukan hal sepele. Ini menyangkut kesehatan bahkan nyawa anak-anak. Karena itu bahan makanan harus berkualitas dan proses pengolahannya harus sesuai standar,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Etik juga mengapresiasi Yayasan Garuda Svara Dharma atas kepeduliannya dalam mendukung pemenuhan gizi anak-anak sekolah, khususnya di wilayah Kecamatan Gatak. Ia menyebut dapur SPPG Desa Jati sebagai penguat layanan MBG di Sukoharjo.

Bupati mengungkapkan, dapur SPPG Desa Jati merupakan dapur keenam di Kecamatan Gatak. Secara keseluruhan, Kabupaten Sukoharjo kini memiliki 84 dapur SPPG, dengan 70 dapur telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

“Dengan bertambahnya dapur SPPG ini, kami berharap pemenuhan gizi bagi para penerima manfaat bisa semakin optimal dan merata,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Yayasan Garuda Svara Dharma, Satria Bagus Purbaya, menyampaikan bahwa dapur SPPG Desa Jati diproyeksikan melayani sekitar 2.400 penerima manfaat, mulai dari siswa sekolah, ibu hamil, balita, hingga ibu menyusui.

Selain meningkatkan kualitas gizi, keberadaan dapur SPPG juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi warga sekitar melalui penyerapan tenaga kerja lokal dan pemanfaatan bahan pangan setempat.

“Kami siap menjalankan operasional penuh. Saat ini hanya menunggu proses administrasi pencairan dana dari BGN. Begitu selesai, dapur akan langsung beroperasi,” pungkas Satria.

Editor : Joko Piroso

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network