Pria 31 Tahun Ditemukan Tewas di Rumah Warga Sragen

Joko Piroso
Petugas kepolisian bersama tim Inafis Polres Sragen melakukan olah tempat kejadian perkara di rumah warga Kelurahan Karangtengah, Sragen, Senin (23/2/2026). (Foto: Istimewa).

SRAGEN, iNewsSragen.id – Seorang pria berinisial DK (31), warga Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Sragen, Kabupaten Sragen, ditemukan tewas di dalam kamar rumah milik warga bernama Kasimin, Senin (23/2/2026) pagi. Peristiwa tersebut pertama kali dilaporkan ke Polsek Sragen Kota pukul 09.20 WIB.

Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari melalui Pamapta III Polres Sragen Ipda Dicky Widyasworo menjelaskan, informasi awal diterima dari masyarakat yang melaporkan adanya seorang laki-laki ditemukan tidak bernyawa di dalam kamar.

“Setelah menerima laporan, petugas Polsek Sragen Kota bersama tim patroli dan Unit Reskrim segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan pengamanan tempat kejadian perkara,” ujar Ipda Dicky.

Korban diketahui bernama Dwi Karyadi, lahir di Sragen, 6 Maret 1994. Berdasarkan keterangan saksi, korban terakhir kali terlihat beraktivitas pada Minggu (22/2/2026) sore saat sempat berbincang dengan warga sekitar. Namun keesokan paginya korban tidak terlihat keluar rumah seperti biasanya.

Pelapor yang curiga kemudian berinisiatif memeriksa kamar korban. Saat pintu kamar dibuka, korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia. Warga setempat lalu melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

Tim Inafis Satreskrim Polres Sragen bersama petugas Polsek Sragen Kota, piket fungsi, dan tenaga medis dari Puskesmas Sragen langsung melakukan olah tempat kejadian perkara serta pemeriksaan awal terhadap jenazah.

“Dari hasil pemeriksaan luar oleh tim Inafis dan dokter puskesmas, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan akibat perbuatan orang lain,” jelas Ipda Dicky.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya tanda jeratan pada leher korban yang mengarah pada dugaan bunuh diri. Polisi memastikan estimasi waktu kematian korban berada dalam rentang beberapa jam sebelum ditemukan.

Pihak keluarga korban telah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi lanjutan, dengan membuat surat pernyataan resmi.

Polisi menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan indikasi tindak pidana dalam kejadian tersebut. Meski demikian, aparat tetap melakukan pendalaman sesuai prosedur untuk memastikan seluruh proses berjalan transparan dan akuntabel.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kepedulian lingkungan sekitar terhadap kondisi kesehatan mental serta perlunya dukungan sosial bagi individu yang mengalami tekanan psikologis.

Disclaimer: Informasi ini tidak dimaksudkan untuk mendorong tindakan serupa. Jika Anda mengalami pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera cari bantuan profesional, psikolog atau psikiater.

Editor : Joko Piroso

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network