BLORA, iNewsSragen.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan dampak positif bagi pelaku usaha mikro di Kabupaten Blora. Salah satu manfaat tersebut dirasakan oleh pelaku usaha roti rumahan di Desa Kamolan, Blora, Jawa Tengah yang kini mampu meningkatkan produksi sekaligus menyerap lebih banyak tenaga kerja.
Pemilik usaha roti, Dartik, mengatakan program MBG sangat membantu pengembangan usahanya. Sejak bermitra dengan penyedia dapur program tersebut, jumlah pesanan meningkat signifikan.
“Dengan adanya program MBG ini produksi kami meningkat. Pesanan juga lebih banyak,” ujarnya.
Saat ini, usaha roti yang dikelolanya mampu memproduksi sekitar 3.000 hingga 5.000 roti setiap hari. Peningkatan produksi tersebut berdampak langsung pada kebutuhan tenaga kerja.
Jika sebelumnya hanya mempekerjakan 17 orang, kini jumlah pekerja bertambah menjadi 25 orang yang sebagian besar merupakan warga sekitar. Para pekerja tersebut juga telah didaftarkan dalam program jaminan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk perlindungan kerja.
Dalam proses produksinya, usaha roti milik Dartik memproduksi berbagai jenis roti, mulai dari pizza, roti manis, donat, hingga roti kopi. Produk-produk tersebut kemudian didistribusikan ke sejumlah dapur penyedia menu MBG.
Saat ini, usaha tersebut telah menjalin kerja sama dengan lima dapur SPPG yang mendukung pelaksanaan program MBG. Dalam waktu kurang dari satu bulan, total produksi yang dihasilkan telah mencapai puluhan ribu roti.
Khusus selama bulan Ramadan, jumlah produksi bahkan telah menembus lebih dari 20 ribu roti. Hal ini menunjukkan tingginya kebutuhan konsumsi sekaligus peluang bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang.
Selain memenuhi kebutuhan program MBG, Dartik juga mengembangkan produk roti bolang-baling dengan merek Zevana. Usaha tersebut telah membuka kemitraan sejak tahun 2023 dan kini memiliki sekitar 40 mitra yang tersebar di wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Daerah Istimewa Yogyakarta.
Menurut Dartik, perkembangan usaha yang dirintisnya tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk program pemerintah yang memberikan peluang pasar bagi pelaku usaha mikro.
Ia berharap usahanya dapat terus berkembang dan mampu membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar, sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan secara lebih luas.
Program MBG dinilai tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga memberikan efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya bagi pelaku usaha mikro dan kecil di daerah.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
