Meski pelaksanaan dilakukan lebih awal dan jumlah jemaah tidak sebesar perayaan yang mengikuti penetapan pemerintah, suasana ibadah tetap berlangsung tertib dan penuh kekhusyukan.
Perbedaan waktu pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri sendiri bukan hal baru di Indonesia. Perbedaan metode penentuan awal bulan hijriah, baik melalui hisab maupun rukyat, kerap menjadi faktor utama terjadinya perbedaan tersebut.
Namun demikian, berbagai pihak terus mengimbau masyarakat untuk saling menghormati perbedaan yang ada serta menjaga kondusivitas selama momentum perayaan Idul Fitri.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
