“Terkait hal itu sudah jelas. Sebanyak 125 sak beras yang masih ada saat ini bukan karena dirusak tikus. Itu barang reject dan nantinya tetap diganti,” ujar Yuni saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, sebelumnya memang ditemukan delapan sak beras dan 10 kemasan minyak goreng yang mengalami kerusakan saat proses distribusi logistik.
Namun, pihak kelurahan telah membuat berita acara pengembalian barang kepada Perum Bulog untuk diganti dengan logistik baru.
“Saya sudah menandatangani berita acara pengembalian ke Bulog dan pihak Bulog sudah mengganti dengan yang baru. Barang pengganti juga sudah datang dan sudah tersalurkan,” jelasnya.
Sementara untuk sisa 125 sak beras yang masih berada di gudang, Yuni menyebut hanya terdapat tiga sak yang mengalami kerusakan ringan pada bagian jahitan karung.
Kerusakan tersebut disebut bukan akibat hama tikus, melainkan faktor teknis saat proses bongkar muat dari kendaraan pengangkut.
“Hanya ada tiga sak yang rusak ringan pada bagian jahitan depan. Itu hal yang wajar karena proses bongkar muat dari truk. Kemungkinan terjadi saat pengangkutan di lapangan. Yang terpenting tetap mendapatkan penggantian dari Bulog,” katanya.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
