SRAGEN, iNewsSragen.id — PMI asal Tanon, Sragen, Galang Satrio Priambodo (25), meninggal tenggelam saat berenang di sungai Jepang. Pemulangan jenazah terkendala asuransi.
Musibah tersebut terjadi saat Galang berenang bersama sejumlah rekannya di luar jam kerja. Korban diketahui lahir di Sragen pada 11 Mei 1999.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sragen, Rina Wijaya, membenarkan kabar tersebut. Menurutnya, berdasarkan informasi awal yang diterima, Galang berangkat bekerja ke Jepang melalui sebuah Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) di Wonogiri.
"Mas Galang ini memang warga Sragen, Kecamatan Tanon, tetapi berangkatnya melalui LPK di Wonogiri. Kendati demikian, kami dari Dinas Tenaga Kerja tetap memfasilitasi dan terus berkomunikasi dengan KBRI di Jepang," ujar Rina.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Disnaker Sragen dari pihak KBRI di Jepang, Galang berada di sungai tersebut bersama rekan-rekannya untuk berenang. Sebelum kejadian, sejumlah rekannya disebut sempat mengingatkan agar tidak berenang di lokasi tersebut.
Namun, musibah terjadi hingga Galang tenggelam dan meninggal dunia.
"Sebenarnya menurut informasi dari pihak KBRI, teman-temannya sudah menyarankan untuk tidak berenang di situ. Namun musibah terjadi, korban tenggelam dan meninggal dunia," jelas Rina.
Pemulangan Jenazah Terkendala Asuransi
Proses pemulangan jenazah Galang ke Indonesia menghadapi kendala teknis terkait pembiayaan. Rina menyebut korban telah memasuki tahun kelima bekerja di Jepang dengan status Specified Skilled Worker (SSW) setelah sebelumnya menjalani program pemagangan selama tiga tahun.
Menurut Rina, insiden tersebut terjadi di luar jam kerja. Ia juga menyebut berdasarkan informasi yang diterima Disnaker, perusahaan tempat Galang bekerja tidak mendaftarkan korban dalam program asuransi.
"Korban ini sudah tahun kelima di Jepang, statusnya sudah specified worker, bukan magang lagi. Catatan penting yang kami terima, perusahaan tempatnya bekerja di Jepang ternyata tidak mendaftarkan asuransi untuk korban," ungkapnya.
Kondisi tersebut membuat biaya pemulangan jenazah tidak dapat ditanggung melalui skema asuransi perusahaan. Pembiayaan pemulangan kemudian dilakukan melalui swadaya dan penggalangan solidaritas dari komunitas PMI di Jepang.
Disnaker Sragen terus berkoordinasi dengan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Tengah untuk memastikan proses pemulangan hingga jenazah tiba di rumah duka.
Berdasarkan jadwal penerbangan, jenazah Galang diperkirakan tiba di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, setelah terlebih dahulu diterbangkan dari Jepang melalui Bandara Soekarno-Hatta.
Rina mengatakan BP3MI Jawa Tengah telah menyiapkan fasilitasi penjemputan dari Bandara Adi Soemarmo menuju rumah duka di Kecamatan Tanon.
"Kami sudah berkoordinasi dengan BP3MI Semarang. Nanti armada ambulans untuk penjemputan jenazah dari Bandara Adi Soemarmo hingga menuju rumah duka di Tanon seluruhnya difasilitasi oleh BP3MI Jawa Tengah," pungkasnya.
Pemerintah daerah berharap proses administrasi dan pemulangan jenazah dapat berjalan lancar sehingga keluarga dapat segera menerima dan memakamkan Galang di kampung halaman.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
