Agrowisata Pabrik Gula Madukismo, Naik Kereta Lori Tua Sambil Melihat Proses Produksi Gula

Trisna Purwoko
Wisatawan menaiki kereta lori dalam kunjungan agrowisata di kawasan Pabrik Gula Madukismo, Bantul.Foto: iNews/ Trisna P

BANTUL, iNewsSragen.idPabrik Gula Madukismo di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, tidak hanya menjadi tempat produksi gula. Kawasan ini juga dikembangkan sebagai destinasi wisata edukasi dengan pengalaman naik kereta lori pengangkut tebu.

Pabrik gula selama ini identik dengan aktivitas produksi dan hamparan tanaman tebu. Namun, di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kawasan pabrik gula juga menjadi tujuan wisata edukasi yang menarik, terutama bagi pelajar.

Adalah Pabrik Gula Madukismo yang membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat proses pengolahan tebu hingga menjadi gula pasir. Pengalaman tersebut semakin menarik karena pengunjung diajak berkeliling menggunakan kereta lori yang telah dimodifikasi.

Kereta tersebut menggunakan lokomotif diesel tua yang sebelumnya digunakan untuk menarik rangkaian lori pengangkut tebu. Kini, rangkaian lori dilengkapi atap dan tempat duduk sehingga dapat digunakan sebagai sarana transportasi bagi rombongan wisatawan.

Staff Pengelola Pabrik Gula Madukismo, Mahmud Safrudin, mengatakan pabrik tersebut mulai membuka diri untuk kunjungan masyarakat sejak 1977.

Menurut dia, keberadaan agrowisata memberikan kesempatan kepada masyarakat, khususnya pelajar, untuk melihat secara langsung aktivitas di lingkungan pabrik gula.

Dari sisi sejarah, keberadaan pabrik gula di Yogyakarta dan sekitarnya juga memiliki perjalanan panjang. Pada masa pemerintahan kolonial Belanda, terdapat sejumlah pabrik gula yang beroperasi di wilayah tersebut.

Namun, berbagai perubahan dan kondisi pada masa perjuangan kemerdekaan membuat sejumlah pabrik gula tidak lagi beroperasi. Pabrik Gula Madukismo kemudian menjadi salah satu fasilitas industri gula yang tetap bertahan dan beroperasi di wilayah Yogyakarta.

Salah satu daya tarik agrowisata adalah perjalanan menggunakan kereta lori. Kereta berangkat dari kawasan Jalan Padokan menuju kompleks Pabrik Gula Madukismo.

Lokomotif yang digunakan berukuran lebih kecil dibandingkan lokomotif kereta penumpang modern. Kereta tersebut juga memiliki nilai sejarah karena diproduksi pada 1955.

Perjalanan dengan kereta lori berlangsung relatif pelan. Kondisi itu justru memungkinkan wisatawan menikmati suasana kawasan pabrik sekaligus melihat aktivitas pengangkutan tebu.

Sepanjang perjalanan, pengunjung dapat menyaksikan bangunan pabrik, mesin-mesin produksi berukuran besar hingga aktivitas pemindahan dan pengangkutan tebu di dalam kawasan industri.

Bagi wisatawan yang mengikuti paket kunjungan, pengalaman tidak berhenti pada perjalanan menggunakan kereta lori. Pengunjung juga dapat memperoleh penjelasan mengenai proses pengolahan tebu hingga menghasilkan gula.

Selain gula, kawasan pabrik juga berkaitan dengan produksi spiritus atau alkohol yang penggunaannya antara lain untuk kebutuhan medis maupun bahan dalam industri tertentu.

Konsep wisata tersebut menjadikan Pabrik Gula Madukismo bukan sekadar tempat untuk menikmati perjalanan menggunakan kereta lori, tetapi juga sarana mengenalkan proses industri dan sejarah produksi gula kepada masyarakat.

Bagi wisatawan dari luar Yogyakarta, perjalanan menggunakan kereta lori pengangkut tebu dapat menjadi pengalaman tersendiri. Tidak banyak destinasi wisata yang menawarkan kesempatan menikmati perjalanan dengan sarana transportasi industri semacam itu.

Sementara bagi sebagian warga Yogyakarta yang pernah melihat atau menaiki kereta lori pada masa lalu, perjalanan tersebut juga dapat menghadirkan suasana nostalgia.

Kereta lori yang dahulu identik dengan aktivitas pengangkutan tebu kini mendapatkan fungsi baru sebagai bagian dari wisata edukasi. Pengunjung dapat menikmati perjalanan sekaligus mengenal lebih dekat aktivitas industri gula yang masih berlangsung.

Dengan perpaduan unsur sejarah, industri, edukasi dan pengalaman naik kereta lori tua, agrowisata Pabrik Gula Madukismo menjadi salah satu pilihan wisata yang menawarkan pengalaman berbeda di Kabupaten Bantul.

Editor : Joko Piroso

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network