Video Sejoli Bermesraan di Taman Edupark Gemolong Sragen Viral, Pengawasan Jadi Sorotan

Joko Piroso
Suasana Taman Edupark Gemolong, Sragen, yang menjadi sorotan setelah video aktivitas sepasang sejoli di kawasan tersebut viral di media sosial.Foto: Istimewa

SRAGEN, iNewsSragen.id Video yang memperlihatkan sepasang sejoli bermesraan di kawasan Taman Edupark Gemolong, Kabupaten Sragen, viral di media sosial. Peristiwa tersebut memicu perhatian publik sekaligus sorotan terhadap pengawasan fasilitas umum tersebut.

Camat Gemolong Nugroho Dwi Wibowo membenarkan adanya kejadian yang terekam dalam video tersebut. Menurutnya, kejadian serupa di kawasan taman diperkirakan bukan kali pertama terjadi.

"Terus terang ya kita kecolongan kalau itu. Intinya kita sudah siagakan teman-teman agar jangan sampai ada hal seperti itu lagi," ujar Nugroho saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (15/9/2026).

Nugroho mengatakan salah satu kendala dalam pengawasan Taman Edupark Gemolong berkaitan dengan pembagian kewenangan. Pengelolaan aset taman berada di bawah Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sragen.

Menurut dia, petugas memang melakukan penjagaan pada waktu tertentu, terutama di area depan taman. Namun, pengawasan di sejumlah bagian belakang taman belum maksimal.

"Kesulitan kita di situ, kewenangan taman kan ada di Dinas Perkim. Petugas dari sana memang ada yang menjaga kalau pagi di area depan, tapi untuk pengawasan di area belakang memang belum maksimal," katanya.

Kondisi taman yang cukup luas dan memiliki sejumlah area rimbun membuat beberapa titik sulit dipantau. Salah satunya kawasan di sekitar pintu samping yang dinilai membutuhkan pengawasan lebih intensif.

Nugroho menjelaskan, aktivitas masyarakat di bagian depan taman relatif lebih mudah dipantau karena sering digunakan warga untuk kegiatan seperti memancing dan aktivitas anak-anak.

Sementara itu, sejumlah bagian di belakang taman yang berdekatan dengan akses jalan dan area warung dinilai memiliki tingkat pengawasan lebih rendah.

Selain persoalan petugas, Taman Edupark Gemolong saat ini juga belum dilengkapi kamera pengawas atau CCTV di seluruh area. Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala dalam memantau aktivitas pengunjung.

Pihak Kecamatan Gemolong bersama paguyuban masyarakat setempat kini berupaya mengidentifikasi pasangan yang terlihat dalam video viral tersebut. Identitas mereka belum disampaikan kepada publik.

Untuk mencegah kejadian serupa, Kecamatan Gemolong mendorong peningkatan pengawasan di kawasan taman. Salah satu langkah yang diusulkan adalah pemasangan papan informasi atau banner yang mengingatkan pengunjung agar menjaga ketertiban dan menggunakan fasilitas taman untuk kegiatan positif.

Kecamatan juga membuka peluang kolaborasi dengan Dinas Perkim serta Pokmas/Paguyuban Masyarakat Gemolong Asri dalam pengawasan kawasan taman.

Nugroho mengatakan paguyuban tersebut selama ini aktif dalam berbagai kegiatan masyarakat di sekitar Taman Edupark Gemolong.

"Di depan Taman Edupark itu ada Paguyuban Masyarakat Gemolong Asri. Kita sebenarnya siap kalau diajak kolaborasi untuk membantu pengawasan, petugas keamanan, maupun pengaturan parkir," ujarnya.

Menurutnya, Taman Edupark Gemolong memiliki potensi sebagai ruang publik untuk aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan anak-anak sekolah. Karena itu, pengawasan dan pengelolaan kawasan perlu diperkuat agar fungsi taman tetap berjalan dengan baik.

Pihak kecamatan berharap koordinasi lintas instansi dan masyarakat dapat meningkatkan pengawasan, terutama pada titik-titik taman yang selama ini sulit terpantau.

Editor : Joko Piroso

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network