SOLO,iNewsSragen.id — FOKSRI menggelar panggung seni selama sepekan di Sriwedari, Solo, mulai Selasa (15/9/2026), sebagai ruang ekspresi dan penolakan rencana posko ormas.
Panggung seni yang digelar tidak jauh dari Gedung Wayang Orang (WO) Sriwedari itu melibatkan warga, pedagang, dan seniman. Mereka menyuarakan agar Sriwedari tetap menjadi ruang publik sekaligus pusat kegiatan seni dan budaya.
Puluhan spanduk terpasang di sekitar lokasi. Di antaranya bertuliskan “Save Sriwedari”, “Sriwedari Menolak Ormas”, dan “Kawasan Budaya Bebas Ormas”.
Pembina FOKSRI (Forum Komunitas Sriwedari), Dr BRM Kusumo Putro, mengatakan kegiatan tersebut digelar berdasarkan perizinan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surakarta serta kepolisian.
“FOKSRI menaungi lebih dari 3.000 anggota dari pelbagai elemen dan berkomitmen menjaga kondusivitas Sriwedari dari intervensi kelompok luar,” kata Kusumo didampingi Ketua FOKSRI. Syafiq Hanafi.
Ia menegaskan FOKSRI mendukung kebijakan Pemkot Surakarta dalam penataan dan pengembangan Sriwedari sebagai kawasan seni dan budaya.
“Yang berhak meminta panggung dipindah atau menghentikan acara hanya Pemkot Surakarta dan kepolisian. Di luar itu akan kami abaikan,” tegasnya.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
