Surjo mengatakan data calon pelanggan penerima sambungan rumah telah disiapkan oleh PDAM Sragen. Sambungan rumah dalam program tersebut nantinya tidak dikenakan biaya kepada masyarakat karena merupakan bagian dari program pemerintah.
Meter air yang digunakan, lanjut dia, merupakan meter standar dengan teknologi magnetic dan tipe R100.
Untuk tahap pembangunan yang sedang dikerjakan, PT Gala Karya Gresik menargetkan sebanyak 964 sambungan rumah dapat terlayani pada 2027.
Jumlah tersebut masih jauh di bawah kapasitas potensial air baku Waduk Gondang. Dengan debit sekitar 100 liter per detik, menurut Surjo, secara ideal sumber air tersebut dapat dikembangkan untuk melayani hingga sekitar 8.000 sambungan rumah.
“Target kami hanya 964 sambungan rumah. Untuk selebihnya biar menjadi pengembangan dari PDAM Sragen,” ujarnya.
Selain jaringan distribusi, proyek tersebut juga mencakup pembangunan IPA dengan struktur beton. Menurut Surjo, instalasi dirancang dapat dioperasikan secara otomatis sehingga pengelolaan produksi air dapat dilakukan lebih efisien.
Ia mengatakan pemanfaatan air permukaan dari waduk menjadi salah satu alternatif dalam pengembangan layanan air minum. Hal tersebut dinilai penting karena sumber air tanah dari sumur dalam memiliki keterbatasan debit.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
