Pemungutan Suara Pilur Bantul Dipantau, Polisi Siapkan Pengamanan hingga Kotak Suara

Trisna Purwoko
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih bersama jajaran Forkopimda melakukan monitoring pelaksanaan Pilur Serentak Kabupaten Bantul 2026 di sejumlah TPS, Minggu (4/10/2026). (Foto: iNews/ Trisna P).

BANTUL, iNewsSragen.id — Pilur Serentak Bantul 2026 dipantau Bupati Abdul Halim Muslih bersama Forkopimda untuk memastikan pemungutan suara berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Monitoring dilakukan dengan mendatangi sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) untuk memastikan proses pemungutan suara berjalan aman, tertib, dan kondusif.

Kegiatan tersebut turut dihadiri KPH Yudhanegara selaku Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kalurahan, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil DIY.

Pemantauan dilakukan untuk memastikan tahapan Pilur Serentak berjalan sesuai ketentuan sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Hingga Minggu siang, situasi di sejumlah wilayah Bantul yang dipantau masih berlangsung kondusif. Abdul Halim mengimbau masyarakat menjaga kedewasaan dalam berdemokrasi selama seluruh tahapan Pilur berlangsung.

Menurut dia, para pendukung calon lurah merupakan bagian dari masyarakat yang dalam kehidupan sehari-hari dapat berstatus sebagai teman, tetangga, maupun saudara. Karena itu, perbedaan pilihan diharapkan tidak berkembang menjadi persoalan di tengah masyarakat.

"Kita wajib menjaga kondusivitas keamanan dan kerukunan karena para calon lurah memiliki tujuan yang baik untuk membangun desa. Demokrasi itu menuntut kedewasaan, pilihan itu bisa berbeda, namun perbedaan itu bukan menjadi alasan untuk saling menjatuhkan," ujar Abdul Halim, Minggu (4/10/2026).

Sementara itu, Kapolres Bantul AKBP Bayu Puji Hariyanto mengatakan situasi keamanan hingga pelaksanaan pemungutan suara berlangsung masih terpantau kondusif.

"Alhamdulillah, sampai saat ini belum ada permasalahan. Kami berharap seluruh tahapan, mulai dari penghitungan suara hingga pergeseran kotak suara, dapat berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif," kata Bayu saat melakukan monitoring.

Polres Bantul sebelumnya melakukan pemetaan tingkat kerawanan TPS sebagai dasar menentukan pola pengamanan dan penempatan personel. Pemetaan tersebut mencakup kategori kurang rawan, rawan, hingga sangat rawan.

Bayu menyebut sejumlah TPS yang masuk kategori rawan berada di wilayah Patalan, Jetis, Ngestiharjo, Kasihan, dan Ringinharjo.

"Untuk TPS kategori rawan, kami tempatkan dua personel untuk mengamankan satu TPS," jelasnya.

Secara keseluruhan, Polres Bantul mengerahkan 1.019 personel untuk mengamankan pelaksanaan Pilur Serentak Kabupaten Bantul 2026. Personel disiagakan di sejumlah titik untuk mengantisipasi potensi gangguan selama proses pemungutan dan penghitungan suara.

Selain pengamanan di TPS, kepolisian juga menyiapkan tim mobiling untuk memantau situasi di lapangan. Tim tersebut terutama disiapkan untuk mengantisipasi dinamika saat penghitungan suara serta proses pergeseran kotak suara hasil pemungutan.

Pemerintah daerah dan aparat keamanan berharap seluruh tahapan Pilur Serentak Bantul 2026 dapat berlangsung tertib hingga selesai, dengan masyarakat tetap menjaga keamanan, kerukunan, dan menghormati perbedaan pilihan.

Editor : Joko Piroso

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network