SUKOHARJO,iNewsSragen.id — Puluhan ribu jemaah memadati Lapangan Gentan, Baki, Sukoharjo, saat Kejati Jateng bersama PT Dua Naga menggelar salawat dan doa bersama.
Kegiatan bertajuk “Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah Dua Naga Bersalawat” digelar Minggu (4/10/2026) malam. Acara tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus memperkuat kepedulian sosial Kejati Jateng kepada masyarakat.
Kajati Jateng sekaligus Ketua DPD Aslinmas Jateng, Teguh Subroto, hadir bersama Ketua IAD Wilayah Jateng Ny. Ariastuti Teguh Subroto, Wakajati Jateng Waito Wongateleng, jajaran pejabat Kejati, serta para Kajari se-Jawa Tengah.
Hadir pula Plt Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo, pemilik PT Dua Naga Luki Adhi Sulaksono dan Agung Wicaksono Nugroho, Forkopimda Sukoharjo, pengurus Aslinmas dari sejumlah daerah, tokoh masyarakat, serta pelaku usaha.
Di hadapan jemaah, Teguh menegaskan Kejaksaan tidak hanya menjalankan fungsi penegakan hukum, tetapi juga membangun pendekatan sosial yang menyentuh masyarakat.
“Kejaksaan kini hadir secara lebih humanis. Penegakan hukum tidak hanya sekadar penindakan, melainkan juga bentuk pendekatan sosial yang menyentuh masyarakat bawah,” kata Teguh.
Menurut dia, kepedulian tersebut diwujudkan melalui berbagai program sosial, mulai dari bantuan bagi pengemudi ojek online, warga binaan, pekerja TPA, panti asuhan, hingga bantuan sepatu untuk siswa SLB, TK, SD, dan SMP.
Dalam kegiatan itu, Teguh juga menyerahkan bantuan sembilan sepeda motor pengangkut sampah dan dua unit becak motor (bentor) kepada Ketua DPC Aslinmas dari Solo Raya, Kebumen, Cilacap, Blora, dan Semarang. Ratusan paket sembako turut diberikan kepada anggota Aslinmas Sukoharjo.
Founder PT Dua Naga Luki Adhi Sulaksono mengatakan kegiatan tersebut merupakan gelaran keempat yang digelar perusahaannya. Salawat dan doa bersama menjadi bentuk syukur sekaligus ikhtiar memohon keberkahan bagi perusahaan, masyarakat Sukoharjo, dan Indonesia.
“Insyaallah kegiatan ini rutin kami gelar sebagai ungkapan syukur dan menjaga ukhuwah untuk keberkahan bersama,” ujar Luki.
Sementara itu, Eko Sapto mengapresiasi kegiatan yang melibatkan masyarakat dalam jumlah besar tersebut. Ia berharap momentum keagamaan itu membawa keberkahan sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi warga dan pelaku UMKM di sekitar lokasi.
“Kami berharap kegiatan ini membawa keberkahan bagi Kabupaten Sukoharjo agar semakin tenteram, sekaligus menggerakkan roda ekonomi lokal masyarakat dan pelaku UMKM di sekitar lokasi,” kata Eko.
Rangkaian acara diisi pembacaan Al-Qur’an, zikir dan tahlil, Maulid Simtudduror, serta lantunan salawat oleh Habib Ali Zaenal Abidin Assegaf dan Habib Muhammad Yahya Baragbhah bersama Hadrah Az-Zahir Pekalongan.
Acara kemudian dilanjutkan dengan mauizah hasanah dan doa Maulid sebelum ditutup dengan doa bersama. Puluhan ribu jemaah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai dalam suasana khidmat.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
