Andika mengingatkan, persaingan antarkandidat dan perbedaan pilihan berpotensi memicu gesekan sosial. Karena itu, aparat diminta memetakan kerawanan sejak dini untuk mencegah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Polri bersama TNI dan unsur terkait akan memperkuat koordinasi lintas sektor serta pendekatan kepada masyarakat guna menjaga situasi tetap kondusif. Seluruh personel juga diminta memahami karakteristik wilayah tugas dan menjalankan pengamanan secara profesional.
“Seluruh personel harus memahami wilayah tugas masing-masing, menjalankan tanggung jawab secara profesional dan proporsional, serta tetap tegas dalam bertindak dengan mengedepankan pendekatan yang humanis,” ujarnya.
Kapolres turut menekankan pentingnya netralitas aparat selama proses Pilkades. Personel dilarang memihak kandidat atau kelompok tertentu agar kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi di tingkat desa tetap terjaga.
Koordinasi antara Polri, TNI, penyelenggara pemilihan, pemerintah daerah, dan unsur masyarakat juga dinilai penting untuk mencegah konflik. Pengamanan harus berlangsung secara berkelanjutan, bukan hanya ketika muncul persoalan.
“Jangan pertaruhkan masa depan Kabupaten Sukoharjo, khususnya di tingkat desa, hanya untuk kepentingan sesaat. Mari kita sukseskan Pilkades 2026 dan laksanakan tugas pengamanan dengan penuh tanggung jawab,” tandas Andika.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
