get app
inews
Aa Text
Read Next : Mandi Susu di Jalan, Cara Peternak Sapi Perah di Boyolali Protes Kebijakan Pemerintah

Ketentraman Terusik, PKBM Colomadu Pasang Puluhan Spanduk Tolak Unjuk Rasa

Sabtu, 09 November 2024 | 01:19 WIB
header img
Salah satu spanduk penolakan aksi unjuk rasa yang dipasang PKBM Kecamatan Colomadu di jalan Adisucipto.Foto:iNews/ Nanang SN

KARANGANYAR,iNewsSragen.id - Puluhan spanduk pernyataan sikap menolak aksi unjuk rasa yang dinilai mengganggu kenyamanan dan ketentraman masyarakat terpasang di beberapa titik jalan Adisucipto Colomadu, Karanganyar, Jum'at (8/11/2024) sore.

Pantauan dilapangan, spanduk mengatasnamakan Paguyuban Keluarga Besar Masyarakat (PKBM) Kecamatan Colomadu tersebut memuat tulisan dengan substansi, menolak segala aksi unjuk rasa yang mengganggu kenyamanan dan ketentraman masyarakat.

Spanduk tersebut tak urung menjadi pusat perhatian warga yang kebetulan melintas di jalan Adisucipto mulai dari Tugu Makutho perbatasan dengan Kota Solo hingga simpang empat Colomadu, atau arah ke bandara Adi Sumarmo.

Lokasi pemasangan spanduk itu diantaranya, depan De Tjolomadoe, depan Gedung PPRBM, barat Tugu Makutho, simpang tiga Hotel Alana, depan Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS, depan Resto Grandis, utara simpang empat Colomadu, dan selatan simpang empat Colomadu.

Salah satu tokoh masyarakat Colomadu, Sarmidi menyatakan sangat mendukung pemasangan spanduk itu. Tujuannya untuk memperingatkan kepada pihak-pihak yang ingin membuat gaduh dan mengusik ketentraman warga Colomadu.

Diakui, pemasangan spanduk bertujuan menyikapi aksi sekelompok kecil masyarakat yang dinilainya seolah-olah mewakili kelompok besar, mengusik proyek pembangunan rumah mantan Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) di wilayah Desa Blulukan.

"Yang jelas, kami sangat setuju adanya rumah pak Jokowi di wilayah Colomadu. Karena telah membawa dampak sangat positif bagi masyarakat. Misalnya investor mulai masuk sehingga sangat berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Tak hanya itu, Sarmidi yang juga menjabat sebagai Ketua RW di salah satu desa di Colomadu itu mengungkapkan, bahwa sejak proyek rumah Jokowi santer diberitakan, harga tanah di Colomadu ikut terdongkrak naik.

"Dampak positif lainnya, usaha warga dalam bidang kuliner, perhotelan, dan wisata dimana salah satu andalannya adalah De Tjolomadoe juga tentu akan banyak mendapat kunjungan," ujarnya.

Ditambahkan, dengan adanya potensi gangguan dari pihak-pihak yang akan membuat gaduh, Sarmidi meminta agar warga Colomadu tetap bersatu menjaga keamanan dan kenyamanan supaya tetap kondusif.

"Isu dari luar yang tidak setuju dengan rumah Pak Jokowi disini, itu tidak seberapa karena hanya kelompok kecil. Silahkan saja menyampaikan pendapat tidak setuju tapi yang penting jangan menganggu disini," tegasnya.

Editor : Joko Piroso

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut