get app
inews
Aa Text
Read Next : Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2024 usai Kalah 0-1 dari Filipina

Kantor UPTD PPA Pemkot Solo Kebobolan, Uang Rp 60 Juta Raib Digondol Maling

Sabtu, 07 Desember 2024 | 19:10 WIB
header img
Petugas kepolisian melakukan olah TKP pembobolan uang di kantor bidang PPA Pemkot Solo.Foto:iNews/Istimewa

SOLO,iNewsSragen.id - Aksi pembobolan  dengan kerugian uang tunai terjadi di komplek Pemerintah Kota (Pemkot) Solo tepatnya di Kantor Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Kejadian itu diketahui pada, Jum'at (6/12/2024) pagi.

Akibat aksi maling yang belum diketahui identitasnya itu, uang tunai yang tersimpan didalam kantor dengan jumlah total Rp 60 juta dan sebuah jam tangan antik raib dari tempatnya.

Dikutip dari Humas Polresta Surakarta, Sabtu (7/12/2024), Kapolsek Pasar Kliwon, Iptu Amirrudin Zulkarnaen mengatakan, lokasi pembobolan berada di lantai 2 Bidang Perlindungan Anak. Kejadian tersebut diketahui sekira pukul 06.55 WIB.

“Kejadian ini diketahui setelah petugas kebersihan menelepon Kepala UPTD PPA, Ibu Siti Dariyatini, menanyakan apakah beliau sudah berada di kantor. Ketika dijawab belum, petugas menyampaikan bahwa ruangan tampak dalam kondisi acak-acakan,” kata Kapolsek.

Setelah menerima laporan dari petugas kebersihan, Kepala UPTD PPA segera menuju kantornya dan memeriksa kondisi ruangan. Ia menemukan bahwa beberapa laci di meja kerja, termasuk miliknya dan rekan-rekannya, telah dibobol maling.

“Ketika diperiksa, diketahui bahwa uang tunai senilai Rp60 juta serta sebuah jam tangan antik telah hilang. Pelaku diduga membuka laci meja dengan cara mencongkel,” jelas Amirrudin.

Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan bahwa kunci ruangan yang biasanya disimpan di toilet oleh petugas kebersihan telah berpindah ke pintu ruangan, yang kemungkinan digunakan pelaku untuk membuka pintu tanpa merusaknya.

Terpisah, Kapolresta Surakarta Kombes Pol Iwan Saktiadi, melalui Kasatreskrim Kompol Ismanto Yuwono, menyatakan  telah mendapat laporan atas kejadian tersebut dan saat ini masih mendalami kasusnya.

“Pelaku masuk ke ruangan tanpa merusak pintu atau jendela karena diduga menggunakan kunci yang biasa digunakan oleh cleaning service. Kami sedang menyelidiki indikasi dan motif pelaku,” kata Ismanto.

Untuk mengungkap kasus tersebut, ia mengungkapka masih melakukan penyelidikan dengan melibatkan pemeriksaan saksi-saksi dan pengumpulan bukti di tempat kejadian perkara (TKP).

“Kami harap masyarakat bersabar, kami akan segera mengungkap pelakunya,” tambahnya.

Diketahui, polisi memberi perhatian serius atas kejadian tersebut mengingat lokasinya di kompleks Balaikota yang seharusnya memiliki tingkat keamanan tinggi. Kerugian material yang cukup besar juga memicu pertanyaan terkait prosedur keamanan di lingkungan kantor pemerintahan tersebut.

Editor : Joko Piroso

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut