Parkir di Sragen Tanpa Karcis? Siap-Siap Ditertibkan!

SRAGEN, iNewsSragen.id – Praktik pengelolaan parkir di jalan umum Sragen mendapat sorotan tajam setelah banyak pengguna jasa parkir mengeluhkan tidak diberikannya karcis sebagai bukti sah transaksi. Hal ini memicu perhatian serius dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sragen.
Kepala Dishub Sragen, R. Suparwoto, menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam dan akan melakukan penertiban terhadap seluruh petugas parkir yang melanggar aturan.
"Kami akan menindak tegas petugas parkir yang tidak memberikan karcis, tidak memakai seragam, maupun yang tidak membawa id card saat bertugas," ujarnya. Rabu (26/2/2025).
R. Suparwoto menekankan pentingnya karcis parkir sebagai hak konsumen yang harus dipenuhi.
"Pengguna jasa parkir berhak mendapatkan karcis sebagai bukti pembayaran yang sah. Ini bukan sekadar formalitas, tapi bentuk transparansi dan akuntabilitas," jelasnya.
Selain untuk melindungi hak konsumen, penertiban ini juga bertujuan mengoptimalkan pendapatan daerah. Diketahui, retribusi jasa parkir di Kabupaten Sragen pada tahun 2024 menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp1,75 miliar.
"Pendapatan dari retribusi parkir ini lebih besar dibandingkan dengan Kabupaten Karanganyar dan Boyolali," ungkap R. Suparwoto.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk proaktif melaporkan jika menemukan petugas parkir yang tidak taat aturan.
"Kami membuka ruang pengaduan. Partisipasi masyarakat sangat penting agar pengelolaan parkir di Sragen menjadi lebih tertib dan profesional," tambahnya.
Penertiban ini diharapkan dapat memperbaiki sistem perparkiran di Sragen, sekaligus menghindari praktik pungutan liar yang merugikan masyarakat. Dishub Sragen berkomitmen mewujudkan pelayanan publik yang bersih, transparan, dan berorientasi pada hak konsumen.
Editor : Joko Piroso