get app
inews
Aa Text
Read Next : Keluarga Crew ATR 42-500 Asal Karanganyar Cemas Menanti Hasil Pencarian

Isak Tangis Istri Iringi Pemakaman Korban Kecelakaan Pesawat ATR di Karanganyar

Senin, 26 Januari 2026 | 19:16 WIB
header img
Suasana duka menyelimuti prosesi pemberangkatan jenazah Hariyadi, korban kecelakaan pesawat ATR 42-500, dari rumah duka di Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu (25/1/2026).Foto:Istimewa

KARANGANYAR, iNewsSragen.id - Jenazah Hariyadi (46), korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, dimakamkan pada Minggu (25/1/2026).

Jenazah tiba di rumah duka Perumahan Puri Kahuripan 3, Blok A No. 4, Desa Jati, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, sekitar pukul 13.30 WIB. Kedatangan jenazah disambut isak tangis keluarga, terutama sang istri, Rira Indah Saparia, yang tampak terpukul dan masih dalam kondisi syok.

Setibanya di rumah duka, jenazah almarhum disemayamkan dan dilanjutkan dengan salat jenazah serta prosesi sambutan singkat dari perwakilan instansi terkait sebagai bentuk penghormatan terakhir atas dedikasi almarhum.

Ketua RT 003/RW 008 Perumahan Puri Kahuripan 3, Rudi Hermawan, mengatakan jenazah diberangkatkan menuju tempat pemakaman sekitar pukul 14.00 WIB. Almarhum dimakamkan di TPU Sasono Kayu Karangnongko, Desa Karangrejo, Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar.

“Jenazah diberangkatkan dari rumah duka sekitar pukul 14.00 WIB menuju lokasi pemakaman di Kecamatan Kerjo,” ujar Rudi.

Rudi menambahkan, kondisi psikis keluarga masih sangat terpukul. Sang istri terlihat lemas dan harus dibantu saat hendak mengiringi keberangkatan jenazah. Bahkan, ibu kandung almarhum, Sutini, sempat pingsan saat peti jenazah dimasukkan ke dalam mobil jenazah.

“Sejak pagi tadi, pihak kesehatan juga sempat memeriksa kondisi istri almarhum karena masih dalam keadaan syok,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Cilacap, Dwi Santoso Wibowo, menyampaikan kehadirannya di rumah duka sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum yang gugur saat menjalankan tugas.

“Kami melaksanakan prosesi penyerahan dan penghormatan terakhir, selanjutnya prosesi pemakaman dilakukan oleh pihak keluarga,” kata Dwi.

Menurut Dwi, Hariyadi telah cukup lama bertugas sebagai FOO di maskapai IAT dan kerap terlibat dalam kegiatan patroli udara pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan.

“Beliau sosok yang baik, rendah hati, komunikatif, dan cepat bergaul dengan kami dalam pelaksanaan patroli udara,” ungkapnya.

Dwi juga mengaku sempat bertemu dengan almarhum beberapa hari sebelum kecelakaan. Keduanya bahkan telah berencana makan malam bersama.

“Sebelum kejadian, kami bertemu di Semarang dalam rangkaian patroli udara. Kami sempat janjian makan malam, namun takdir berkata lain,” pungkasnya.

Editor : Joko Piroso

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut