Badan Geologi Teliti Tanah Bergerak di Sambirejo Sragen, Sejumlah Rumah Warga Rusak Berat
SRAGEN,iNewsSragen.id – Tim Tanggap Darurat Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan penelitian di lokasi tanah bergerak yang terjadi di Desa Sambi, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Selasa (3/2/2026) sore. Penelitian dilakukan untuk mengetahui penyebab pergerakan tanah yang mengakibatkan kerusakan rumah warga serta infrastruktur lingkungan.
Tim Badan Geologi didampingi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sragen dan perangkat desa setempat meninjau langsung tiga dukuh yang terdampak. Di lokasi, tim melakukan pengecekan struktur dan kandungan tanah, mengamati retakan serta amblesan, hingga melakukan pemantauan dari udara menggunakan drone.
Penyelidik Bumi Ahli Madya Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Yudi Wahyudi, menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan sementara menunjukkan pergerakan tanah dipicu oleh kondisi morfologi wilayah yang berupa lereng atau tanah dengan tingkat kemiringan tertentu.
“Di bagian bawah lapisan tanah ditemukan unsur tanah lempung. Jenis tanah ini mudah bergerak apabila jenuh air, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi panjang,” jelas Yudi.
Akibat pergerakan tanah tersebut, sejumlah bangunan warga mengalami kerusakan. Data sementara mencatat dua rumah mengalami rusak berat, satu rumah rusak ringan, serta terjadi kerusakan pada infrastruktur jalan dan saluran drainase di wilayah terdampak.
Berdasarkan keterangan pemerintah desa, gejala pergerakan tanah di Desa Sambi sebenarnya telah terdeteksi sejak September 2025. Namun intensitas kerusakan meningkat seiring tingginya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir.
Pemerintah Desa Sambi mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat hujan lebat berlangsung dalam waktu lama. Warga yang tinggal di sekitar lereng dan area rawan juga diminta segera melapor apabila menemukan tanda-tanda retakan baru atau pergeseran tanah.
Sementara itu, Badan Geologi bersama BPBD Kabupaten Sragen akan terus melakukan pemantauan lanjutan serta menyusun rekomendasi teknis sebagai langkah mitigasi guna mencegah dampak yang lebih luas dan menjamin keselamatan warga.
Editor : Joko Piroso