Talud Irigasi Gondang–Toyogo Ambrol Saat Proyek Masih Berjalan, BBWS Diminta Evaluasi
SRAGEN, iNewsSragen.id — Proyek pembangunan dan pemeliharaan saluran irigasi berskala besar di jalur Gondang menuju Toyogo, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, menuai sorotan. Pasalnya, bangunan talud irigasi yang dikabarkan mulai dikerjakan awal 2026 itu ditemukan mengalami kerusakan cukup parah di dua titik, meski status pekerjaan disebut masih dalam masa kontrak.
Hasil pantauan di lapangan menunjukkan talud irigasi ambrol dengan estimasi total panjang kerusakan mencapai sekitar 70 meter. Rinciannya, titik pertama mengalami kerusakan sepanjang kurang lebih 20 meter, sementara titik kedua mencapai sekitar 50 meter. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran masyarakat terkait kualitas pekerjaan.
Eks pegiat Forum Masyarakat Sragen, Sri Wahono, menduga kerusakan terjadi akibat pondasi talud yang tidak memadai. Menurutnya, struktur pondasi diduga kurang dalam sehingga tidak mampu menahan gerusan air dari bagian bawah.
“Kerusakan ini patut diduga akibat konstruksi pondasi yang kurang kuat. Air menggerus dari bawah dan material talud akhirnya hanyut,” ujarnya.
Ia juga menyoroti dugaan ketidaksesuaian material dengan spesifikasi teknis. Selain itu, tidak ditemukannya papan informasi proyek di lokasi dinilai mengurangi fungsi pengawasan, baik dari unsur pemerintah maupun masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sragen, Mursid Joko Wiranto, memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa proyek irigasi tersebut bukan berasal dari APBD Kabupaten Sragen, melainkan proyek strategis nasional.
“Itu merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025. Pelaksananya adalah PT Utama Karya di bawah Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS),” ujar Mursid saat dikonfirmasi, Kamis (19/2/2026).
Menurut Mursid, proyek tersebut bersifat multi years dan mencakup enam kabupaten di Jawa Tengah dengan nilai kontrak yang besar. “Nilai kontraknya kemungkinan di atas Rp100 miliar karena mencakup beberapa wilayah di bawah balai,” jelasnya.
Terkait tidak adanya papan nama proyek di lokasi, Mursid menjelaskan bahwa proyek tersebut merupakan paket pekerjaan terpadu sehingga papan informasi tidak dipasang di setiap titik.
“Papan proyeknya kemungkinan jadi satu dan dipasang di lokasi tertentu. Ini bukan pekerjaan per titik. Bahkan kunjungan dan peresmian dari pusat sebelumnya juga dilakukan di wilayah lain,” ungkapnya.
Editor : Joko Piroso