Lansia 67 Tahun Dievakuasi Pakai Perahu Karet Saat Banjir Bengawan Solo Kepung Desa Pandak Sragen
SRAGEN, iNewsSragen.id - Banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo kembali merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Di tengah kondisi tersebut, seorang lansia warga Desa Pandak, Kecamatan Sidoharjo, Suyatno (67), terpaksa dievakuasi menggunakan perahu karet setelah mengalami keluhan kesehatan, Kamis (5/3/2026).
Evakuasi dilakukan oleh tim relawan gabungan setelah Suyatno mengeluhkan pusing, demam, serta tubuh menggigil di tengah kepungan banjir yang merendam akses jalan di sekitar rumahnya. Kondisi tersebut membuat warga meminta bantuan tim penyelamat untuk segera mengevakuasi korban agar mendapatkan penanganan medis.
Proses evakuasi berlangsung dengan hati-hati. Petugas menjemput korban menggunakan perahu karet karena jalan di depan rumahnya terendam banjir setinggi lutut orang dewasa. Setelah berhasil dievakuasi dari rumahnya, Suyatno yang berselimut sarung kemudian dipindahkan dari perahu ke tandu sebelum akhirnya dibawa menuju Puskesmas terdekat menggunakan ambulans.
Johan, tetangga korban, mengatakan sebelumnya Suyatno sempat berada di area persawahan sebelum merasakan kondisi tubuhnya memburuk.
“Awalnya beliau merasa kedinginan. Warga sempat memberikan pertolongan pertama seperti dikerok dan diberi balsem. Namun karena kondisinya belum membaik, akhirnya warga meminta bantuan tim SAR untuk mengevakuasi,” ujar Johan saat ditemui di lokasi.
Menurutnya, korban sempat enggan membatalkan puasa meski kondisinya kurang sehat. Oleh karena itu, warga kemudian berinisiatif meminta bantuan agar korban segera mendapatkan penanganan medis.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sragen mencatat banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo mulai merendam sejumlah wilayah sejak Rabu (4/3/2026) malam.
Sedikitnya terdapat lima kecamatan yang terdampak, yakni Kecamatan Ngrampal, Sragen, Sidoharjo, Masaran, dan Sambungmacan. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 10 sentimeter hingga mencapai sekitar 1 meter di beberapa titik.
Banjir tersebut dilaporkan merendam sedikitnya 84 rumah warga, ruas jalan, serta area persawahan. Total sebanyak 283 jiwa tercatat terdampak akibat genangan air tersebut.
Hingga Kamis (5/3/2026), banjir masih menggenangi sejumlah wilayah, terutama di Desa Pandak dan Desa Sribit, Kecamatan Sidoharjo. Kondisi ini menyebabkan aktivitas warga di dua desa tersebut masih terganggu.
Editor : Joko Piroso