get app
inews
Aa Text
Read Next : Situasi Iran Memanas, AS dan Israel Klaim Khamenei Tewas

Ketegangan AS–Iran Memanas, Trump Sebut Opsi Serangan Darat Masih Terbuka

Minggu, 08 Maret 2026 | 14:13 WIB
header img
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan kemungkinan opsi pengerahan pasukan darat ke Iran. (Foto: AP).

WASHINGTON, iNewsSragen.id - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberi sinyal kemungkinan dilakukannya operasi militer darat ke Iran. Langkah tersebut disebut berkaitan dengan upaya mengamankan uranium yang telah diperkaya oleh negara tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Trump saat menjawab pertanyaan wartawan terkait kemungkinan pengerahan pasukan Amerika Serikat ke wilayah Iran di masa mendatang.

Menurut Trump, opsi pengiriman pasukan darat masih terbuka apabila dianggap perlu untuk memastikan Iran tidak mengembangkan senjata nuklir.

“Suatu saat nanti mungkin saja kita akan melakukannya,” kata Trump kepada wartawan saat menanggapi pertanyaan mengenai kemungkinan operasi militer darat terhadap Iran.

Trump juga menegaskan bahwa langkah tersebut tidak akan dilakukan tanpa alasan yang kuat. Ia menyebut keputusan terkait pengerahan pasukan harus dilandasi pertimbangan strategis dan keamanan nasional.

“Mungkin saja, jika ada alasan yang sangat baik,” ujarnya.

Selama ini, pemerintah Amerika Serikat menilai program nuklir Iran berpotensi digunakan untuk mengembangkan senjata nuklir. Namun, tuduhan tersebut telah berulang kali dibantah oleh pemerintah Iran.

Teheran menegaskan bahwa program nuklir yang dijalankan bertujuan untuk kepentingan sipil dan energi, bukan untuk pembuatan senjata.

Di sisi lain, International Atomic Energy Agency (IAEA) atau badan energi atom Perserikatan Bangsa-Bangsa juga belum menemukan bukti yang menunjukkan Iran tengah mengembangkan senjata nuklir, meskipun negara tersebut diketahui memiliki material uranium yang telah diperkaya.

Selain menyinggung kemungkinan operasi militer, Trump juga menyatakan bahwa saat ini tidak ada rencana perundingan dengan Iran. Ia bahkan menyebut bahwa Amerika Serikat tidak sedang mencari kesepakatan damai dengan negara tersebut.

Trump mengklaim bahwa pihak Iran pernah menyampaikan keinginan untuk melakukan pembicaraan, namun menurutnya pemerintah Amerika Serikat belum melihat kebutuhan untuk membuka jalur negosiasi.

“Kami tidak ingin berdamai. Mereka yang ingin berdamai, tetapi kami tidak ingin berdamai,” kata Trump.

Pernyataan tersebut menambah ketegangan hubungan antara Amerika Serikat dan Iran yang dalam beberapa tahun terakhir kerap diwarnai perbedaan pandangan terkait program nuklir, sanksi ekonomi, serta isu keamanan kawasan Timur Tengah.

Situasi tersebut terus menjadi perhatian komunitas internasional karena berpotensi memengaruhi stabilitas geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah yang selama ini memiliki peran strategis dalam dinamika politik dan energi dunia.

Editor : Joko Piroso

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut