get app
inews
Aa Text
Read Next : Ratusan Warga Padati Alun-Alun Sragen, 1.500 Takjil DEPWAN PDI Perjuangan Habis Sekejap

Aroma Limbah Blothong PG Mojo Dikeluhkan Warga Sragen, Aktivitas Ibadah dan Pedagang Terganggu

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:24 WIB
header img
Tumpukan limbah blothong di area Pabrik Gula Mojo diduga menimbulkan aroma menyengat yang tercium hingga kawasan pusat kota Sragen.Foto:iNews/Joko P

SRAGEN, iNewsSragen.id – Keluhan masyarakat muncul di tengah suasana Ramadan di Kabupaten Sragen. Sejumlah warga melaporkan adanya aroma tidak sedap yang tercium di kawasan pusat kota dalam beberapa hari terakhir. Bau menyengat tersebut diduga berasal dari timbunan limbah blothong atau residu sisa produksi dari Pabrik Gula Mojo yang terpapar air hujan.

Aroma tersebut dilaporkan menyebar hingga ke sejumlah fasilitas publik di sekitar pusat kota, seperti Masjid Raya Al Falah Sragen, rumah ibadah lain, sekolah, perbankan, hingga area pasar tradisional. Kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan warga, tetapi juga berdampak pada aktivitas ekonomi, khususnya pedagang makanan di sepanjang kawasan Jalan Sukowati.

Salah satu warga yang tinggal di sekitar pabrik, Rahmat Samsono, mengatakan aroma menyengat tersebut mulai terasa sejak awal bulan Ramadan. Menurutnya, kondisi tersebut cukup mengganggu, terlebih kawasan tersebut merupakan wilayah padat penduduk.

“Sangat mengganggu, apalagi ini kawasan ramai. Kami berharap ada solusi jangka panjang agar kondisi seperti ini tidak terus berulang,” ujarnya.

Keluhan serupa juga disampaikan pengurus Masjid Raya Al Falah Sragen, Lutfi. Ia menyebut aroma limbah tersebut terasa cukup menyengat dan dinilai kontras dengan suasana masjid yang seharusnya nyaman bagi jamaah yang beribadah.

“Masjid ini sudah diberi pewangi, tetapi tetap kalah dengan bau yang tercium dari luar. Baunya sampai terasa hingga ke area pasar,” katanya.

Menurut Lutfi, pihak pengurus masjid bersama sejumlah pihak terkait kini berupaya melakukan komunikasi dengan manajemen pabrik agar permasalahan tersebut dapat segera ditangani. Hal tersebut dinilai penting agar tidak mengganggu kenyamanan jamaah maupun aktivitas masyarakat di sekitar pusat kota.

Menanggapi keluhan warga, pihak manajemen Pabrik Gula Mojo melalui bagian keuangan, Samuel Mahendra, memberikan penjelasan terkait kondisi tersebut. Ia menyampaikan bahwa bau yang muncul diduga berasal dari timbunan blothong yang merupakan sisa hasil produksi musim giling sebelumnya.

“Tumpukan blothong tersebut memang masih berada di area pabrik sejak musim giling tahun lalu. Karena intensitas hujan cukup tinggi, proses pengelolaan limbah menjadi terhambat sehingga menimbulkan aroma saat terkena air,” jelasnya.

Samuel menambahkan, pihak manajemen saat ini tengah melakukan langkah penanganan dengan mempercepat proses relokasi limbah ke area belakang pabrik. Proses tersebut dilakukan bersama mitra dari Paguyuban Masyarakat Mojo Bersatu.

Sebagian material limbah juga mulai dipindahkan untuk selanjutnya diolah kembali. Menurutnya, blothong sebenarnya memiliki manfaat sebagai bahan pupuk organik yang dapat dimanfaatkan oleh petani.

Pabrik Gula Mojo.Foto:iNews/Joko P

“Kami sedang melakukan relokasi ke area belakang pabrik sekaligus membersihkan bagian depan untuk persiapan tradisi buka giling atau cembrengan,” tambahnya.

Pihak manajemen menyebut intensitas aroma saat ini mulai berkurang seiring proses pemindahan material limbah. Mereka juga memastikan akan terus memantau kondisi di lapangan agar kegiatan operasional pabrik ke depan tidak menimbulkan dampak lingkungan yang merugikan masyarakat sekitar.

Editor : Joko Piroso

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut