Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Siswa SMKN 1 Sanden Bantul Ciptakan 300 Game, Bahasa Jawa Ikut Masuk Dunia Digital
Advertisement . Scroll to see content

Pantai Samas Bantul Dipenuhi Sampah, Wisatawan Keluhkan Kebersihan

Minggu, 29 Maret 2026 | 22:50 WIB
  • author Trisna Purwoko
Pantai Samas Bantul Dipenuhi Sampah, Wisatawan Keluhkan Kebersihan
Tumpukan sampah terlihat di kawasan Pantai Samas, Bantul, Minggu (29/3/2026), yang dikeluhkan pengunjung karena mengganggu kenyamanan wisata.Foto:iNews/Trisna P

BANTUL, iNewsSragen.id - Kondisi kebersihan kawasan wisata Pantai Samas, Kapanewon Sanden, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menuai sorotan. Tumpukan sampah yang terlihat di sejumlah titik pesisir dikeluhkan pengunjung karena dinilai mengganggu kenyamanan dan merusak keindahan alam.

Pantai yang selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata pesisir selatan Bantul itu kini menghadapi persoalan lingkungan. Sampah yang berserakan di area pantai diduga belum tertangani secara optimal, sehingga memunculkan kesan kumuh.

Sejumlah wisatawan mengaku tidak nyaman dengan kondisi tersebut. Salah satunya Ahmadiyono, pengunjung asal Imogiri, yang mengaku mendapati sampah cukup banyak saat berkunjung.

“Sampah terlihat di permukaan pantai dan cukup mengganggu. Harapannya pengelola bisa segera melakukan pembersihan agar pengunjung tetap nyaman,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Minggu (29/3/2026).

Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti sejak kapan sampah mulai menumpuk. Namun, menurutnya, persoalan kebersihan di kawasan wisata tidak bisa dianggap sepele karena berkaitan langsung dengan kualitas destinasi.

Dalam konteks pariwisata berkelanjutan, kebersihan menjadi salah satu indikator utama yang memengaruhi minat kunjungan wisatawan. Ketika aspek ini tidak terjaga, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pengunjung, tetapi juga berpotensi memengaruhi ekosistem pesisir.

Ahmadiyono berharap ada langkah cepat dari pihak terkait untuk menangani persoalan tersebut. Selain itu, pengawasan dari pemerintah daerah dinilai penting untuk memastikan pengelolaan kawasan wisata berjalan sesuai standar.

“Perlu ada evaluasi menyeluruh, mulai dari sistem pengelolaan kebersihan hingga pengawasan di lapangan. Dengan begitu, kondisi seperti ini tidak terus berulang,” katanya.

Editor: Joko Piroso

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut