Autopsi Wanita Muda di Sragen Rampung, Polisi Dalami Dugaan Tindak Pidana
SRAGEN, iNewsSragen.id – Proses autopsi terhadap jenazah wanita muda yang ditemukan di area persawahan Dukuh Bulakrejo, Desa Tangkil, Kecamatan Sragen Kota, Kabupaten Sragen, telah selesai dilakukan. Autopsi berlangsung selama sekitar 2,5 jam di Instalasi Forensik RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen, Rabu (1/4/2026).
Autopsi dilakukan oleh Tim Medis Bidang Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Tengah mulai pukul 11.00 WIB hingga 13.35 WIB. Proses tersebut turut dihadiri tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sragen, termasuk Kasatreskrim AKP Catur Agus Yudo Praseno.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat indikasi yang mengarah pada dugaan tindak pidana. Namun, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait hal tersebut karena masih menunggu hasil pemeriksaan lengkap dari tim forensik.
Kasatreskrim Polres Sragen AKP Catur Agus Yudo Praseno menyampaikan bahwa hasil autopsi akan menjadi dasar penting dalam proses penyelidikan lebih lanjut.
“Hasil autopsi nantinya akan menunjang proses penyelidikan. Perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan setelah hasil resmi diterima,” ujarnya.
Ia menambahkan, proses autopsi melibatkan satu tim dokter dari Bidang Labfor Polda Jateng, didukung empat personel Satreskrim Polres Sragen, serta tim medis RSUD setempat.
Setelah autopsi selesai, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di kampung halamannya di wilayah Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan, pada hari yang sama.
Sementara itu, pihak keluarga korban menyatakan menyetujui pelaksanaan autopsi karena adanya sejumlah kejanggalan dalam peristiwa tersebut. Salah satu anggota keluarga, Pandu (63), mengungkapkan bahwa korban selama ini bekerja sebagai asisten rumah tangga di wilayah Sragen.
Menurutnya, komunikasi terakhir korban dengan keluarga terjadi pada sore hari sebelum korban ditemukan meninggal dunia di area persawahan pada malam harinya.
“Komunikasi terakhir sekitar pukul 17.00 WIB. Sekitar pukul 19.30 WIB kami mendapat kabar korban ditemukan meninggal dunia di sawah,” jelasnya.
Ia juga menyebut korban memiliki dua anak yang saat ini diasuh oleh ibunya di Geyer. Keluarga berharap penyebab pasti kematian korban dapat segera terungkap.
“Kami ingin ada kejelasan, karena lokasi penemuan bukan di jalan raya sehingga menimbulkan pertanyaan,” tambahnya.
Hingga saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan kepolisian. Aparat terus mengumpulkan keterangan saksi dan menunggu hasil resmi autopsi guna mengungkap penyebab pasti kematian korban.
Editor : Joko Piroso