get app
inews
Aa Text
Read Next : Tambang Minyak Gandu Blora Kembali Beroperasi, Pengusaha Klaim Distribusi Diadang Pengurus Lokal

Cagar Budaya Leng Kie di Blora Disorot, Dinilai Kurang Terawat dan Sulit Diakses

Minggu, 17 Mei 2026 | 19:35 WIB
header img
Penasehat Forum Komunikasi Masyarakat Blora (FKMB) sekaligus mantan Bupati Blora, Yudhi Sancoyo (dua dari kiri) saat mengunjungi Leng Kie atau kereta jenazah di kompleks Klenteng Hok Tik Bio Blora beberapa tahun lalu. (Foto: iNews/Heri P).

BLORA, iNewsSragen.idKeberadaan Leng Kie, kereta jenazah tradisional masyarakat Tionghoa zaman dahulu yang berada di kompleks Klenteng Hok Tik Bio Blora, menjadi sorotan. Benda yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Pemerintah Kabupaten Blora itu dinilai kurang terawat dan akses kunjungannya disebut terbatas.

Penetapan Leng Kie sebagai benda cagar budaya mengacu pada Surat Keputusan Bupati Blora Nomor 430/041/2023 tertanggal 2 Januari 2023 tentang Penetapan Benda, Struktur, dan Situs Cagar Budaya di Kabupaten Blora.

Mantan Bupati Blora ke-26, Yudhi Sancoyo, menyampaikan keprihatinannya terkait kondisi benda bersejarah tersebut. Menurutnya, perhatian terhadap pelestarian warisan sejarah perlu terus diperkuat agar peninggalan budaya tetap terjaga.

Sebagai penasihat Forum Komunikasi Masyarakat Blora (FKMB), Yudhi menyebut beberapa tahun lalu masyarakat masih dapat berkunjung dan melihat langsung keberadaan Leng Kie. Namun saat ini, menurutnya, akses masyarakat untuk sekadar mengunjungi lokasi disebut lebih terbatas.

FKMB, lanjut dia, juga telah menyampaikan surat kepada dinas terkait untuk meminta kejelasan mengenai keberadaan serta upaya pelestarian benda bersejarah tersebut.

Menurut Yudhi, Leng Kie memiliki nilai sejarah penting bagi masyarakat Tionghoa di Blora. Terdapat empat unit Leng Kie yang berada di kompleks Klenteng Hok Tik Bio dan semuanya telah masuk daftar cagar budaya sejak tahun 2023.

Ia menjelaskan, pada masa lalu Leng Kie digunakan untuk mengangkut jenazah warga Tionghoa menuju lokasi pemakaman yang jaraknya cukup jauh dari permukiman.

"Harapannya benda cagar budaya itu tetap terawat dan keberadaannya dapat dijaga bersama," ujarnya.

Editor : Joko Piroso

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut