get app
inews
Aa Text
Read Next : Sidak di Karanganyar, Gubernur Luthfi Tegaskan Stok LPG Melimpah dan Distribusi Harus Tertib

Jelang El Nino, Stok Pangan Jateng Dipastikan Aman: Bulog Simpan 370 Ribu Ton Beras

Kamis, 30 April 2026 | 17:49 WIB
header img
Anggota DPR RI, Sriyanto Saputro saat meninjau gudang penyimpanan beras di Sragen.Foto: iNews/Joko P

SRAGEN, iNewsSragen.id — Di tengah potensi dampak fenomena iklim El Niño yang diperkirakan mulai terasa pada Mei 2026, ketersediaan pangan di Jawa Tengah dipastikan dalam kondisi aman dan bahkan surplus. Kepastian tersebut disampaikan anggota DPR RI, Sriyanto Saputro, usai melakukan inspeksi mendadak ke gudang penyimpanan dan fasilitas pengolahan beras di wilayah Sragen.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan cadangan pangan nasional, khususnya di kawasan Soloraya, dalam menghadapi potensi gangguan produksi akibat perubahan iklim. Dalam peninjauan itu, Sriyanto menyebut stok beras di Jawa Tengah mencapai sekitar 370.000 ton, sementara di wilayah Surakarta dan sekitarnya tercatat sekitar 79.000 ton.

“Stok ini cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga sembilan bulan ke depan. Artinya, masyarakat tidak perlu khawatir,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh lengah. Antisipasi terhadap dampak El Nino tetap menjadi prioritas, terutama dalam menjaga keberlanjutan produksi pertanian. Salah satu strategi yang didorong adalah optimalisasi peran Perum Bulog dalam menyerap gabah petani dan mendistribusikan stok ke daerah yang membutuhkan.

“Bulog harus aktif, tidak menunggu. Ketika ada daerah kekurangan, harus segera disuplai. Penyerapan hasil panen petani juga perlu dimaksimalkan sebagai cadangan,” tegasnya.

Selain itu, kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram dinilai mampu meningkatkan semangat petani. Harga tersebut dianggap memberikan kepastian dan perlindungan terhadap fluktuasi pasar.

Dalam kunjungannya ke sentra penggilingan padi modern di Sragen, Sriyanto juga menyoroti kapasitas produksi yang mampu mencapai 120 ton per hari. Dukungan teknologi pengeringan dan pengolahan dinilai penting untuk menjaga kualitas beras tetap optimal di tengah cuaca yang tidak menentu.

Upaya penguatan ketahanan pangan juga dilakukan melalui diversifikasi komoditas, seperti jagung dan tanaman palawija, guna memastikan alternatif pangan tetap tersedia bagi masyarakat.

Editor : Joko Piroso

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut