Tambang Minyak Gandu Blora Kembali Beroperasi, Pengusaha Klaim Distribusi Diadang Pengurus Lokal
BLORA, iNewsSragen.id - Aktivitas penambangan minyak rakyat di Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, kembali beroperasi setelah sempat vakum selama kurang lebih tiga pekan. Namun, dibukanya kembali aktivitas produksi justru memunculkan persoalan baru terkait distribusi minyak dan pengakuan legalitas pengelola sumur.
Salah satu pengusaha minyak setempat, Suyono, mengaku mengalami kendala saat hendak mengirim hasil produksi minyak miliknya. Ia menyebut pengiriman sempat terhambat karena adanya pengadangan dari pihak pengurus lokal.
“Kalau milik saya sudah legal. Tapi kemarin saat mau kirim sendiri malah diadang pengurus lokal,” ujar Suyono saat ditemui di Blora, Jumat (8/5/2026).
Menurut Suyono, pengadangan dilakukan dengan alasan pihak pengurus lokal telah memiliki kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan pihak tertentu terkait pengelolaan maupun distribusi minyak di wilayah tersebut.
Padahal, dia mengaku telah mengantongi dokumen legalitas lengkap mulai dari izin pengeboran, penyimpanan, hingga penjualan minyak.
“Saya tunjukkan legalitas usaha kami, tetapi mereka tidak mau tahu. Mungkin belum memahami terkait legalitas tersebut,” katanya.
Suyono menyebut usaha yang dikelolanya berada di lahan seluas sekitar satu hektare.
Dia juga mengaku telah berupaya melakukan mediasi dengan mendatangi kantor desa untuk bertemu kepala desa setempat. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil lantaran pihak yang hendak ditemui sedang berada di luar kota.
Persoalan sempat memanas saat dirinya hendak membawa sampel minyak menuju Pertamina. Menurut pengakuannya, kendaraan pengangkut tidak dapat keluar karena akses jalan dipenuhi sejumlah orang.
“Saya kecewa. Kami punya legalitas sah tetapi tidak diakui. Harapan saya, semua pihak bisa duduk bersama dan melihat dokumen asli agar persoalan ini jelas, baik bagi warga maupun aparat penegak hukum,” tegasnya.
Dia berharap tidak muncul konflik maupun tindakan yang berpotensi mengganggu iklim usaha di kawasan penambangan minyak rakyat tersebut.
Suyono mengungkapkan, di wilayah Desa Gandu terdapat sekitar 30 sumur minyak, dengan sekitar 15 sumur masih aktif berproduksi.
“Kalau total keseluruhan produksi di Gandu, bisa mencapai sekitar 30 ton atau sekitar 30 ribu liter per hari dari 15 sumur aktif,” ungkapnya.
Saat ini dirinya memiliki tiga sumur minyak, dengan satu sumur sudah memasuki tahap produksi menggunakan pompa sibel.
Dia berharap persoalan internal di tingkat lokal dapat segera diselesaikan agar distribusi minyak dapat berjalan lancar sesuai aturan dan mekanisme hukum yang berlaku.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengurus lokal maupun pemerintah desa terkait persoalan yang disampaikan oleh pengusaha tersebut
Editor : Joko Piroso