get app
inews
Aa Text
Read Next : Menteri UMKM Luncurkan KUR Bunga 0 Persen di Sragen, Dorong Keadilan Ekonomi

Warga Bumiaji Protes Polusi Pabrik DMST, Debu dan Asap Dinilai Ganggu Kesehatan

Senin, 11 Mei 2026 | 18:41 WIB
header img
Asap dan debu diduga berasal dari aktivitas produksi pabrik di Desa Bumiaji, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen, dikeluhkan warga.Foto: Istimewa

SRAGEN, iNewsSragen.id - Kesabaran warga Desa Bumiaji, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen, akhirnya memuncak. Puluhan warga mendatangi manajemen pabrik DMST (Duta Merlin Sandang Textile), Senin (11/5/2026), untuk menyampaikan protes terkait dugaan polusi udara yang dinilai semakin mengganggu lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar.

Warga mengeluhkan debu dan asap yang diduga berasal dari aktivitas produksi pabrik tekstil tersebut. Kondisi itu disebut semakin parah dalam satu hingga dua bulan terakhir.

Kepala Desa Bumiaji, Budiyono, membenarkan adanya aksi penyampaian aspirasi dari warga kepada pihak manajemen pabrik. Menurutnya, persoalan polusi udara sebenarnya sudah berlangsung cukup lama, namun belakangan dampaknya dirasakan semakin berat oleh masyarakat.

“Polusi udara ini sebenarnya sudah berjalan lama. Tetapi satu sampai dua bulan terakhir dampaknya semakin pekat dan mulai banyak dikeluhkan warga,” ujar Budiyono saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, sedikitnya terdapat tiga rukun tetangga (RT) yang berada dalam radius sekitar 300 hingga 500 meter dari area pabrik dan terdampak langsung oleh kondisi tersebut.

Sejumlah warga disebut mulai mengeluhkan gangguan pernapasan, debu yang menempel di rumah, hingga ketidaknyamanan dalam aktivitas sehari-hari.

Budiyono mengaku pihak pemerintah desa sebelumnya sudah beberapa kali menyampaikan keluhan warga kepada manajemen perusahaan. Namun hingga kini, menurutnya, belum ada langkah nyata yang benar-benar dirasakan masyarakat.

“Sebelumnya sudah sering kami sampaikan ke pihak pabrik terkait keluhan warga, tetapi belum ada tindak lanjut yang signifikan,” katanya.

Dalam pertemuan yang berlangsung di lingkungan pabrik, pihak manajemen DMST akhirnya memberikan penjelasan kepada warga. Mereka berjanji akan melakukan pembenahan sistem pengolahan limbah udara secara bertahap.

Menurut Budiyono, manajemen perusahaan menargetkan proses perbaikan tersebut selesai dalam waktu sekitar dua minggu.

“Pihak manajemen menyampaikan akan melakukan pembenahan dan menargetkan selesai dalam dua minggu,” imbuhnya.

Meski mendapat tekanan dari warga, operasional pabrik untuk sementara tetap berjalan seperti biasa. Pihak perusahaan disebut keberatan apabila produksi dihentikan total karena dikhawatirkan berdampak terhadap para pekerja.

“Alasannya kalau produksi dihentikan total, dampaknya akan dirasakan para pekerja. Jadi mereka memilih melakukan perbaikan sambil operasional tetap berjalan,” jelas Budiyono.

Warga berharap janji pembenahan tersebut benar-benar direalisasikan agar kualitas udara di lingkungan permukiman kembali membaik dan aktivitas masyarakat tidak lagi terganggu.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen pabrik DMST (Duta Merlin Sandang Textile) belum memberikan keterangan resmi tambahan terkait keluhan warga tersebut.

Editor : Joko Piroso

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut