Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Anak dan Remaja Kedapatan Merokok-Ngevape di Kompleks Pemda Sragen, Satpol PP Perketat Patroli
Advertisement . Scroll to see content

Delapan Korban Dirawat Usai Atap Sekolah Roboh di Sragen, Satu Siswa Alami Patah Kaki

Selasa, 12 Mei 2026 | 18:23 WIB
  • author Joko Piroso
Delapan Korban Dirawat Usai Atap Sekolah Roboh di Sragen, Satu Siswa Alami Patah Kaki
Petugas medis mengevakuasi siswa korban ambruknya atap ruang kelas VII MTs Muhammadiyah 4 Bulu, Sambungmacan, Sragen, Selasa (12/5/2026).Foto:iNews/Joko P

SRAGEN, iNewsSragen.id - Insiden ambruknya atap ruang kelas VII MTs Muhammadiyah 4 Bulu, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, mengakibatkan tujuh siswa dan satu guru dilarikan ke rumah sakit, Selasa (12/5/2026) pagi. Para korban mengalami luka di bagian kepala, kaki hingga sesak napas akibat syok pascakejadian.

Peristiwa terjadi saat kegiatan belajar mengajar mata pelajaran Bahasa Inggris berlangsung di dalam kelas. Atap bangunan tiba-tiba roboh dan menimpa siswa serta guru yang sedang mengikuti pelajaran.

Wakil Kepala Sekolah MTs Muhammadiyah 4 Bulu, Cipto Waluyo, mengatakan seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit berbeda sesuai kondisi luka yang dialami.

“Kondisi semua sudah dilarikan ke rumah sakit. Ada satu yang mengalami patah kaki dibawa ke RSI Amal Sehat. Sedangkan enam siswa lainnya dan satu guru dibawa ke RSUD dr. Soehadi Prijonegoro,” ujar Cipto saat ditemui di lokasi kejadian.

Menurutnya, selain korban yang mengalami patah kaki, beberapa siswa lainnya juga mengalami luka di bagian kepala dan pundak akibat tertimpa reruntuhan kayu serta genteng.

“Kondisi pastinya masih dalam pemeriksaan dokter. Ada yang mengalami luka di pundak dan kepala,” imbuhnya.

Cipto menjelaskan, saat kejadian terdapat 14 siswa di dalam ruang kelas VII. Sementara siswa lain yang selamat langsung dipulangkan untuk menghindari trauma dan demi alasan keselamatan.

“Total siswa di kelas ada 14 anak. Untuk sementara seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX kami pulangkan dan pembelajaran dilakukan dari rumah sambil melihat situasi,” terangnya.

Direktur RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen, dr. Iin Dwi Yuliarti, membenarkan pihaknya menerima enam siswa dan satu guru korban ambruknya atap sekolah tersebut.

“Kondisinya ditangani dengan baik. Ada beberapa yang mengalami sesak napas karena syok atau kaget. Namun secara umum kondisinya stabil,” kata Iin.

Ia menjelaskan sebagian besar korban mengalami luka ringan hingga sedang pada bagian kepala dan kaki. Satu siswa diketahui mengalami retak pada tulang kaki dan berpotensi menjalani rawat inap lebih lanjut.

“Lukanya berupa bengkak di kepala dan cedera pada kaki. Ada satu siswa yang kemungkinan mengalami retak kaki sehingga perlu observasi lebih lanjut,” jelasnya.

Sementara itu, pihak sekolah menghentikan sementara aktivitas belajar mengajar di gedung yang terdampak sambil menunggu pemeriksaan kondisi bangunan secara menyeluruh.

Sebelumnya, Polres Sragen juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memasang garis polisi di lokasi. Polisi menduga bangunan yang sudah tua dan kondisi kayu penyangga atap yang lapuk menjadi penyebab utama robohnya ruang kelas tersebut.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun insiden tersebut menjadi perhatian serius karena terjadi saat proses belajar mengajar tengah berlangsung.

Editor: Joko Piroso

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut