Kesaksian Siswa Korban Atap Roboh di Sragen: Nggak Sempat Lari, Kaki Tertimpa Kayu
SRAGEN, iNewsSragen.id - Peristiwa ambruknya atap ruang kelas VII MTs Muhammadiyah 4 Bulu, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, menyisakan trauma bagi para siswa korban. Sejumlah siswa yang tertimpa reruntuhan atap dan kayu penyangga harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis, Selasa (12/5/2026).
Salah satu siswa korban, Mikel Fahmi, mengaku sempat tertimpa kayu bangunan pada kedua kakinya saat atap ruang kelas tiba-tiba roboh ketika pelajaran Bahasa Inggris berlangsung.
“Sempat tertimpa. Posisi duduk saya di belakang, nggak sempat lari terus tertimpa,” ujar Mikel saat ditemui di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen.
Mikel mengaku dirinya sempat berteriak meminta pertolongan saat terjebak di bawah reruntuhan bangunan. Akibat insiden tersebut, kedua kakinya mengalami cedera dan sulit digerakkan.
“Sempat teriak minta tolong. Dua kaki tertimpa, tadi katanya retak dan susah digerakkan,” katanya.
Menurut Mikel, sebelum kejadian tidak ada tanda-tanda mencurigakan dari kondisi bangunan kelas. Saat itu para siswa sedang fokus mengikuti pelajaran Bahasa Inggris.
“Nggak ada suara atau tanda mau roboh. Nggak bisa lari juga karena masih pelajaran,” imbuhnya.
Editor: Joko Piroso