Kesaksian Siswa Korban Atap Roboh di Sragen: Nggak Sempat Lari, Kaki Tertimpa Kayu
Wakil Kepala Sekolah MTs Muhammadiyah 4 Bulu, Cipto Waluyo, menjelaskan bahwa kejadian berlangsung saat jam pertama mata pelajaran Bahasa Inggris yang diampu guru Nurul Eka Ismiyati.
“Kejadiannya saat pembelajaran berlangsung. Tiba-tiba atap langsung roboh,” kata Cipto.
Menurutnya, tidak ada suara ataupun tanda kerusakan sebelum bangunan ambruk. Para siswa saat itu sedang fokus mengikuti pelajaran sehingga tidak sempat menyelamatkan diri.
Akibat kejadian tersebut, enam siswa dan satu guru dilarikan ke RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen, sementara satu siswa lainnya dibawa ke RSI Amal Sehat karena mengalami cedera lebih serius pada kaki.
Pihak sekolah untuk sementara menghentikan kegiatan belajar mengajar tatap muka sambil menunggu pemeriksaan lebih lanjut terhadap kondisi bangunan sekolah.
Sementara itu, Polres Sragen telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memasang garis polisi di lokasi. Polisi menduga kondisi bangunan yang sudah tua dan kayu penyangga atap yang lapuk menjadi penyebab utama robohnya ruang kelas tersebut.
Editor: Joko Piroso