Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Plafon SDN 2 Cepoko Ambruk, DPRD Sragen Soroti Data Sekolah Rusak
Advertisement . Scroll to see content

Kesaksian Siswa Korban Atap Roboh di Sragen: Nggak Sempat Lari, Kaki Tertimpa Kayu

Selasa, 12 Mei 2026 | 19:53 WIB
  • author Joko Piroso
Kesaksian Siswa Korban Atap Roboh di Sragen: Nggak Sempat Lari, Kaki Tertimpa Kayu
Siswa korban ambruknya atap ruang kelas VII MTs Muhammadiyah 4 Bulu, Sambungmacan, Sragen, menjalani perawatan di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro.Foto:iNews/Joko P

SRAGEN, iNewsSragen.id - Peristiwa ambruknya atap ruang kelas VII MTs Muhammadiyah 4 Bulu, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, menyisakan trauma bagi para siswa korban. Sejumlah siswa yang tertimpa reruntuhan atap dan kayu penyangga harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis, Selasa (12/5/2026).

Salah satu siswa korban, Mikel Fahmi, mengaku sempat tertimpa kayu bangunan pada kedua kakinya saat atap ruang kelas tiba-tiba roboh ketika pelajaran Bahasa Inggris berlangsung.

“Sempat tertimpa. Posisi duduk saya di belakang, nggak sempat lari terus tertimpa,” ujar Mikel saat ditemui di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen.

Mikel mengaku dirinya sempat berteriak meminta pertolongan saat terjebak di bawah reruntuhan bangunan. Akibat insiden tersebut, kedua kakinya mengalami cedera dan sulit digerakkan.

“Sempat teriak minta tolong. Dua kaki tertimpa, tadi katanya retak dan susah digerakkan,” katanya.

Menurut Mikel, sebelum kejadian tidak ada tanda-tanda mencurigakan dari kondisi bangunan kelas. Saat itu para siswa sedang fokus mengikuti pelajaran Bahasa Inggris.

“Nggak ada suara atau tanda mau roboh. Nggak bisa lari juga karena masih pelajaran,” imbuhnya.

Kesaksian serupa disampaikan siswi lainnya, Hafzah. Ia mengaku sempat berusaha menyelamatkan diri ketika atap mulai runtuh, namun terjatuh hingga kepalanya terbentur.

“Mau lari tapi jatuh dan kepala terbentur. Sakit di kepala,” ungkap Hafzah.

Ia mengatakan peristiwa itu terjadi sesaat setelah pelajaran dimulai dan para siswa baru memasuki ruang kelas.

“Baru mulai pelajaran terus atapnya roboh. Duduk saya di depan samping kiri. Nggak ada yang sempat lari,” tuturnya.

Sebelumnya, atap ruang kelas VII MTs Muhammadiyah 4 Bulu ambruk saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Insiden tersebut menimpa sejumlah siswa dan seorang guru yang sedang berada di dalam kelas.

Wakil Kepala Sekolah MTs Muhammadiyah 4 Bulu, Cipto Waluyo, menjelaskan bahwa kejadian berlangsung saat jam pertama mata pelajaran Bahasa Inggris yang diampu guru Nurul Eka Ismiyati.

“Kejadiannya saat pembelajaran berlangsung. Tiba-tiba atap langsung roboh,” kata Cipto.

Menurutnya, tidak ada suara ataupun tanda kerusakan sebelum bangunan ambruk. Para siswa saat itu sedang fokus mengikuti pelajaran sehingga tidak sempat menyelamatkan diri.

Akibat kejadian tersebut, enam siswa dan satu guru dilarikan ke RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen, sementara satu siswa lainnya dibawa ke RSI Amal Sehat karena mengalami cedera lebih serius pada kaki.

Pihak sekolah untuk sementara menghentikan kegiatan belajar mengajar tatap muka sambil menunggu pemeriksaan lebih lanjut terhadap kondisi bangunan sekolah.

Sementara itu, Polres Sragen telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memasang garis polisi di lokasi. Polisi menduga kondisi bangunan yang sudah tua dan kayu penyangga atap yang lapuk menjadi penyebab utama robohnya ruang kelas tersebut.

Editor: Joko Piroso

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut